"Berdasarkan informasi dari Penjagaan TNI AL Pondok Dayung, bahwa pada hari Kamis, 14 Juni 2018 pukul 17.48 anggota KRI Sibolga telah melihat buaya di Dermaga Sunda Pondok Dayung. Posisi buaya berenang ke arah barat Pantai Ancol.
Agar diwaspadai setiap kegiatan anggota masing-masing di sekitar dermaga tsb.
Demikian sbg info dan peringatan. Terima kasih
Waspada pada anak2 yg berenang liburan di Pantai Ancol"
Diatas adalah kutipan dari pesan singkat yang tersebar via WhatsApp, beserta dengan Videonya, seketika video tersebut menyebar dan langsung Viral, bahkan hingga ditayangkan diberita di Televisi.
Bagi yang belum menonton jangan khawatir, dibawah ini MaxsumNews sediakan Videonya dari Youtube.
"Pada masanya, Bandar Udara Internasional Kemayoran, Jakarta Pusat, menjadi kebanggaan. Kini, tinggal kenangan.
Hari ini 34 tahun lalu, tepatnya 1 Juni 1984, Bandara Kemayoran resmi berhenti beroperasi.
Ada sejumlah alasan yang melatari penutupan bandara ini.
Harian Kompas, 22 Desember 1977, menyebutkan, penutupan Bandar Udara Kemayoran karena lapangan terbang tersebut masuk daerah pendaratan lapangan terbang Cengkareng/Soekarno-Hatta.
Masalah keselamatan penerbangan juga menjadi faktor lain penutupan Bandara Kemayoran.
Jarak landasan udara Bandara Kemayoran menyilang, juga berdekatan antara Bandara Soekarno-Hatta dan Halim Perdanakusumah.
Kisah Bandara Kemayoran
Bandara Kemayoran mulai dibangun pada era Hindia Belanda tahun 1934. Kemudian, bandara ini diresmikan pada 8 Juli 1940.
Pemberian nama "Kemayoran" berasal dari sebuah tanah yang dimiliki oleh Komandan VOC, Mayor isaac de I'ostal de Saint Martin, yang berlokasi di Kemayoran.
Nama wilayah ini pula yang diambil menjadi nama bandara.
Versi lain menyebutkan, berdirinya bandara tersebut bersamaan dengan pembangunan tentara Belanda yang berpangkat mayor.
Oleh karena itu, daerah itu bernama Kemayoran.
Pesawat yang pertama kali beroperasi adalah jenis DC-3 Dakota milik perusahaan Hindia Belanda.
Pesawat tersebut melakukan uji terbang perdana dari Cililitan pada 6 Juli 1940, sebelum Bandara Kemayoran diresmikan.
Awalnya, Bandara Kemayoran memiliki dua landasan pacu yang bersilangan, yaitu landasan pacu utara-selatan dan landasan pacu barat-timur.
Landasan pacu utara-selatan memiliki ukuran 2.475 x 45 meter, sedangkan landasan pacu barat-timur mempunyai ukuran 1.850 x 30 meter.
Untuk keperluan pertahanan keamanan
Pemerintah Belanda kala itu membangun Bandara Kemayoran untuk berbagai keperluan, terutama pertahanan keamanan dan dikuasai hingga 1942.
Penguasaan kemudian berpindah ke tangan Jepang sampai 1945. Ketika Jepang menyerah pada sekutu, Belanda kembali mengambil alih penguasaan bandara ini hingga 1949.
Sekitar tahun 1950, Direktorat Penerbangan Sipil milik Pemerintah RI mengambil alih penguasaan atas Bandara Kemayoran.
Pada 1964, penguasaan diberikan kepada Angkasa Pura Kemayoran yang kemudian berubah menjadi Perum Angkasa Pura.
Dari pesawat-pesawat sipil hingga pesawat militer mulai awal perkembangannya dengan bermesin piston, propeler hingga turbojet pernah mendarat di Bandara Kemayoran.
Tercatat, pesawat jenis Fokker dari mulai Fokker F-VIIb-3 dengan mesin torak, Fokker Friendship dengan mesin turbo hingga Fokker F-28 yang bermesin jet.
Selain itu, pesawat jenis DC-3 Dakota juga tercatat mendarat dan terbang dari sejak awal dan akhir beroperasinya Bandara Kemayoran.
Tercatat, pesawat jenis Fokker dari mulai Fokker F-VIIb-3 dengan mesin torak, Fokker Friendship dengan mesin turbo hingga Fokker F-28 yang bermesin jet.
Selain itu, pesawat jenis DC-3 Dakota juga tercatat mendarat dan terbang dari sejak awal dan akhir beroperasinya Bandara Kemayoran.
Bandara Kemayoran juga menjadi saksi sejarah hadirnya pesawat berbadan lebar generasi awal seperti Boeing 747 seri 200, DC-10 dan Airbus A-300 di Indonesia.
Pada 1970, Bandara Kemayoran semakin ramai. Penerbangan mencapai lebih dari 100 ribu pesawat setiap tahunnya.
Padatnya frekuensi penerbangan membuat pemerintah mempertimbangkan membangun bandara yang lebih memadai.
Akhirnya, pemerintah membangun bandara di daerah Cengkareng. Bandara yang kini bernama Bandara Soekarno-Hatta itu diresmikan pada 31 Maret 1985.
Setelah penutupan Bandara Kemayoran, kawasan tersebut berubah menjadi pusat bisnis dan permukiman.
Beberapa hotel berbintang, perkantoran, pusat niaga dan perbelanjaan internasional juga dibangun di kawasan itu" (link ke postingan asli/sumber)
Nah, sangat menarik bukan sejarah Bandara Kemayoran, berikut ini Maxsumnews juga ingin menambahkan Video dari serial Kartun Tin-Tin yang didalamnya terdapat Scene atau mengambil latar di Bandara Kemayoran, saat Tin-tin akan pergi ke Sidney, Australia, mereka transit ke Jakarta, lalu pesawat mereka dibajak ditengah petjalanan hingga terdampar disebuah pulau yang kemungkinan terletak di Makassar, mari kita saksikan sama-sama video berikut ini dari youtube.
Hari ini, ke mana pun Anda pergi, baik di stasiun kereta api atau di toserba, Anda melihat orang menikmati kemudahan melakukan pembayaran hanya dengan memegang kartu IC di atas pembaca / penulis. Kenyamanan "tanpa kontak" ini dimungkinkan oleh teknologi kartu IC contactless Sony FeliCa.
Menempatkan kartu di atas pembaca / penulis mengaktifkan transmisi data berkecepatan tinggi untuk menulis ulang data ke kartu.
Kartu ini cocok untuk volume transaksi tinggi, membuatnya ramah lingkungan.
Dengan sistem keamanannya yang tinggi, FeliCa digunakan dalam berbagai cara, seperti sistem tiket untuk angkutan umum, e-money, dan kunci pintu tempat tinggal.
Nama FeliCa berasal dari kata "felicity", yang menunjukkan bahwa teknologi ditakdirkan untuk membuat kehidupan sehari-hari kita lebih nyaman dan menyenangkan.
FITUR-FITUR SONY FELICA
Contactless transmisi data berkecepatan tinggi
Sebuah chip IC dan antena disematkan di setiap kartu FeliCa, memungkinkan setiap transaksi diselesaikan sekitar 0,1 detik, cukup dengan memegang kartu di atas pembaca / penulis yang kompatibel. Karena tidak ada kontak, pengguna dapat menikmati kemudahan menggunakan kartu tanpa harus mengeluarkannya dari dompet atau dompet.
Satu kartu untuk multi-penggunaan
Fungsi dalam kartu yang setara dengan file dan folder memungkinkan satu kartu untuk menawarkan beberapa layanan. Kartu ID karyawan juga dapat digunakan sebagai kartu akses untuk masuk kantor serta login PC. Bahkan dapat digunakan sebagai kartu e-money untuk pembayaran
Keamanan tinggi
Sistem FeliCa telah mencapai tingkat keamanan ISO / IEC 15408 EAL4 / EAL4 +, kriteria internasional untuk mengukur tingkat keamanan suatu sistem. Data penting seperti sisa saldo kartu, informasi untuk e-money atau otentikasi pribadi dilindungi dari serangan jahat.
Fleksibilitas dalam bentuk
Selain format kartu, teknologi FeliCa dapat digunakan dalam berbagai faktor bentuk, seperti token ponsel atau koin. FeliCa juga dapat dimasukkan ke jam tangan atau pemegang kunci.
Fitur utama dari teknologi FeliCa membantu untuk memenuhi persyaratan yang menantang untuk tiket IC transit dalam transportasi umum, sehingga kartu FeliCa secara luas digunakan sebagai tiket transit untuk layanan kereta api dan bus di Jepang dan negara-negara lain di Asia.
Untuk mengetahui penggunaan Sony Felica Kartu Multi Trip (KMT) di Kereta Commuter Indonesia (KCI), silahkan baca di situs Official KCI berikut ini :