Tampilkan postingan dengan label AGAMA. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label AGAMA. Tampilkan semua postingan

Ramadhan Tiba, punya Maag tapi ingin lancar berpuasa? ini tips nya.

5/17/2018 09:26:00 AM
(illustrasi)


Jakarta: Ibadah puasa pada bulan Ramadan merupakan kewajiban bagi umat Islam. Bagi Anda yang mengidap penyakit maag, jangan ragu untuk tetap berpuasa. Sebab, puasa justru membantu meredakan penyakit maag.

Perlu diketahui, maag terjadi akibat berkurangnya lapisan lendir di bagian atas perut. Karena lapisannya yang tipis, cairan pencernaan yang asam akan menggerogoti jaringan pelindung perut. 

Bagaimana jika pengidap maag berpuasa? Tubuh akan beradaptasi dengan kondisi baru setelah beberapa hari menjalani puasa, dan akan membuat lambung terasa lebih baik. Bahkan pasien gastritis fungsional dianjurkan berpuasa karena dapat memperbaiki gejala yang dialami. Namun, jika Anda terserang maag kronis, disarankan untuk berkonsultasi terlebih dahulu dengan dokter sebelum berpuasa. 

"Penderita penyakit maag boleh melakukan ibadah puasa. Khusus bagi penderita maag kronik, lebih baik berkonsultasi dahulu dengan dokter," kata Spesialis Penyakit Dalam dr Theo Audi Yanto.

Dia juga menyarankan agar tak melewatkan sahur, terutama beberapa saat menjelang imsak. Santap sahur penting untuk memberikan cadangan energi dan asupan nutrisi. Sahur juga akan membantu menjaga lambung agar tak kosong dalam waktu lama.

"Sebaiknya baik bangun lebih pagi, siapkan menu, dan jangan tidur lagi setelah sahur. Karena nanti (makanan) akan balik lagi ke kerongkongan. Daripada tidur, lebih baik stretching dan mengisi hari dengan aktivitas," ucap dr Theo.

Ada beberapa cara aman agar Anda tetap bisa berpuasa, meski menderita maag.

1. Makan karbohidrat

Dianjurkan untuk meningkatkan jumlah makanan yang mengandung karbohidrat. Ini penting untuk mencegah lapar saat siang karena asam lambung akan memuncak pada siang hari. Makanan sumber karbohidrat di antaranya kurma. Kurma juga mengandung serat, kalium, dan magnesium. Pisang dan almond juga pilihan terbaik karena kaya protein serta serat. 

2. Cukup minum air

Konsumsi minimal delapan gelas air putih untuk menggantikan cairan tubuh yang hilang. Anda juga boleh minum susu untuk mengurangi gejala maag dan jus buah yang tidak asam. 

3. Makanan yang Harus Dihindari

Sebisa mungkin hindari menyantap makanan yang meningkatkan asam lambung, yaitu cokelat, makanan berlemak, gorengan, dan buah yang mengandung asam. Jauhi pula makanan yang dapat merusak dinding lambung, seperti cuka, lada, makanan pedas, dan rempah-rempah. Minuman kopi dan teh yang terlalu pekat juga sebaiknya dihindari karena akan memicu maag.

4. Jangan stres

Anda perlu berdamai dengan stres. Sebab, stres dapat memicu munculnya maag. Ciptakan pikiran positif dan hati yang tenang. Lakukan kegiatan positif bersama teman dan keluarga.

5. Segerakan berbuka

Jika telah tiba waktu berbuka puasa, segerakan berbuka. Awali dengan minum air putih hangat, dilanjutkan makan buah, dan makan berat. 

(msn/msrv)

Aksi Demo Bela Islam 313

4/01/2017 01:08:00 AM



Saksikan Videonya Berikut ini


Demonstrasi bukanlah Jihad, Jangan Tertipu!

3/09/2017 02:15:00 PM

Dampak negatif dan kerusakan-kerusakan akibat demontsrasi

Oleh: Ustadz Arif Fathul Ulum bin Ahmad Saifullah
 

1. Termasuk misi rahasia sekaligus segi negative demonstrasi, ia merupakan alat dan penyebab habisnya semangat rakyat, karena ketika mereka keluar, berteriak-teriak dan berkeliling jalanan, maka mereka kembali ke rumah-rumah mereka dengan semangat yang telah sirna serta kecapaian yang luar biasa.
Padahal, yang wajib bagi mereka adalah menggunakan semangat tersebut untuk taat kepada Allah, mempelajari ilmu yang bermanfaat, berdo’a dan mempersiapkan diri untuk menghadapi musuh, sebagai bentuk pengalaman firman Allah azza wa jalla:
Dan siapkanlah untuk menghadapi mereka kekuatan apa saja yang kamu sanggupi dan dari kuda-kuda yang ditambat untuk berperang (yang dengan persiapan itu) kamu menggentarkan musuh Allah, musuhmu dan orang-orang selain mereka yang kamu tidak mengetahuinya; sedang Allah mengetahuinya. Apa saja yang kamu nafkahkan pada jalan Allah niscaya akan dibalasi dengan cukup kepadamu dan kamu tidak akan dianiaya.” [QS.al-Anfal/80: 60]
2. Di dalam demonstrasi  tersimpan kemungkaran yang begitu banyak, seperti keluarnya wanita (ikut serta demonstrasi, padahal seharusnya dilindungi di dalam rumah, bukan di jadikan umpan), demikian pula anak-anak kecil, serta adanya ikhtilath, bersentuhan kulit dengan kulit, berdua-duaan antara laki-laki dan perempuan, ditambah lagi lagi ‘hiasan’ berupa celaan, umpatan keji, omongan yang tidak beradab. Ini semua menunjukkan keharaman demonstrasi.
3. Islam memberikan prinsip bahwa segala sesuatu yang kerusakannya lebih banyak dari kebaikannya maka dihukumi haram. Mungkin saja demonstrasi berdampak pada turunnya harga barang-barang dagangan, tetapi kerusakannya lebih banyak daripada kemaslahatannya, lebih-lebih jika berkedok agam dan membela tempat-tempat suci.
4. Demonstrasi, terkandung di dalamnya kemurkaan Allah Ta’ala dan juga merupakan protes terhadap takdir, karena Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda:
Jika Allah mencintai suatu kaum maka Allah akan menguji mereka. Jika mereka ridho maka mereka akan diridhoi Allah. Jika mereka marah maka Allah juga marah kepada mereka. [HR.at-Tirmidzi di dalam Jami’nya: 4/601 dan Ibnu Majah di dalam Sunan-nya: 2/1338 dan dihasankan oleh Syaikh al-Albani di dalam Shohihul Jami’: 2110]
Sebelum Perang Badar Nabi ber-istighotsah (memohon pertolongan di waktu penting) kepada Allah. Hal ini diabadikan oleh Allah dalam firman-Nya:
(Ingatlah), ketika kamu memohon pertolongan kepada Tuhamu, lalu diperkenankan-Nya bagimu: “Sesungguhnya Aku akan mendatangkan bala bantuan kepada kamu dengan seribu malaikat yang datang berturut-turut.” [QS.al-Anfal/8: 9]
Beliau juga merendahkan diri kepada-Nya sampai selendang beliau terjatuh. Beliau memerintahkan kepada para Sahabat radhiyallahu ‘anhum untuk bersabar menghadapi siksaan kaum musyrikin.
Beliau shallallahu ‘alaihi wa sallam dan para sahabatnya sama sekali tidak pernah mengajak demonstrasi padahal keamanan mereka diguncang, mereka di siksa dan dizholimi. Maka, demonstrasi bertentangan dengan ajaran kesabaran yang diperintahkan oleh Allah ketika menghadapi kezholiman para penguasa serta ketika terjadi tragedi dan musibah.
5. Demonstrasi merupakan kunci yang akan menyeret pelakunya untuk memberontak terhadap para penguasa, padahal kita dilarang melakukan pemberontakan dengan cara membangkang kepada mereka.
Betapa banyak, demonstrasi yang mengantarkan suatu negara menuju kehancuran, sehingga timbullah pertumpahan darah, perampasan kehormatan, dan harta benda serta tersebarlah kerusakan yang begitu luas.
6. Demonstrasi menjadikan orang-orang dungu, wanita dan orang-orang yang tidak berkompeten bisa berpendapat. Dalam perkara yang besar dan berdampak luas, orang-orang yang bukan ahlinya ikut berbicara. Sehingga, memungkinkan tuntunan mereka dipenuhi meskipun merugikan mayoritas masyarakat. Bahkan, orang-orang dungu dan jahat serta kaum wanita yang banyak mengobarkan demonstrasi; mereka yang mengontak dan memprovokasi massa!
7. Para pengobar demonstrasi senang kepada siapa saja yang berdemo bersama mereka, walaupun  dia seorang pencela sahabat Nabi, tukang ngalap berkah dari kuburan-kuburan bahkan sampaipun orang-orang musyrik.
Sehingga akan anda dapati seorang yang berdemo dengan mengangkat al Qur’an, disampingnya orang mengangkat salib (Nasrani), yang lain membawa bintang Dawud (Yahudi); dengan demikian, demonstrasi merupakan lahan bagi setiap orang yang menyimpang, kafir, dan ahli bid’ah.
8. Hakikat para demonstran adalah orang-orang yang hidup di dunia seraya menebarkan kerusakan, mereka membunuh, merampas, membakar, menzholimi jiwa dan harta benda. Sampai-sampai ada seorang pencuri menyatakan: “Sesungguhnya kami gembira jika banyak demonstrasi, karena hasil curian dan rampasan menjadi banyak bersamaan dengan berjalannya para demonstran.” (!)
9. Para pendemo pada hakikatnya mengantarkan jiwa mereka menuju pembunuhan dan siksaan, padahal Allah telah melarangnya dalam firman-Nya:
…Dan janganlah kamu membunuh dirimu. Sesungguhnya Allah Maha Penyayang kepadamu.” [QS.an-Nisa’/4: 29]
Para demonstran pasti akan mengalami bentrokan dengan petugas keamanan sehingga mereka akan disakiti dan dihina, sedangkan Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam telah bersabda:
“Seorang mukmin tidak boleh menghinakan dirinya.” Beliau shallallahu ‘alaihi wa sallam ditanya: “Bagaimana seorang mukmin menghinakan dirinya?” Beliau menjelaskan: “(Yakni) dia menanggung bencana di luar batas kemampuannya.” (HR.at-Tirmidzi di dalam Jami’-nya: 4/522 dan Ibnu Majah  di dalam Sunan-nya: 2/1332 dan dishohihkan oleh Syaikh al Albani di dalam Silsilah Shohihah: 2/170) (Lihat Demonstrasi, Solusi atau Polusi oleh Syaikh Syu’aiyyid bin Hulaiyyil al Umar dalam Majalah al-Asholah Yordania Edisi 38 hal.76-80)
Sumber: disalin ulang dari Buku “Demonstrasi Dalam Pandangan Syar’i” oleh: Ustadz Arif Fathul Ulum bin Ahmad Saifullah, Hal.15-21, Cet.1, Pustaka an Nabawi Surabaya.
-Asholah Yordania Edisi 38 hal.76-80)

Gus Mus; Indonesia Krisis Dakwa, Satu Sama Lain Saling Sikat dan Hujat

3/09/2017 12:53:00 PM


JAKARTA, ARRAHMAHNEWS.COM – Mustasyar PBNU KH A. Mustofa Bisri mengatakan, belakangan ini masyarakat Indonesia mengalami krisis semangat berdakwah (ruhud dakwah). Sehingga yang terjadi saling menyerimpung terhadap mereka yang berbeda pandangan.
“Karena krisis ruhud dakwah, orang berbuat sesukanya. Ada orang sesat disikat, ada yang tidak cocok disikat. Ini tidak benar,” tandas kiai yang akrab Gus Mus pada pengajian umum dalam rangka peringatan satu abad Qudsiyyah Kudus, Jawa Tengah Sabtu .
Gus Mus mengatakan banyak orang yang belum memahami arti berdakwah. Mereka sering menyamakan berdakwah dengan amar ma’ruf nahi mungkar, padahal keduanya sanagat berbeda.
“Dakwah itu mengajak kebaikan, sementara amar makruf artinya memerintah; nahi mungkar melarang. Kita harus bisa bedakan antara ajak, perintah dan larangan,” terang pengasuh Pesantren Raudhatuth Thalibin Leteh Rembang.
Di hadapan ribuan jamaah yang memadati Lapangan Qudsiyyah Jl KHR Asnawi hingga meluber ke jalan ini, Gus Mus lebih banyak mengungkapkan keteladanan perjuangan pendiri NU asal Kudus KHR Asnawi. Menurutnya, Kiai Asnawi memiliki semangat berdakwah mengikuti Sunan Kudus warisan pemimpin agung Nabi Muhammad SAW.
“Ruhud Dakwah yang dikembangkan Kiai Mbah Asnawi dan ulama lainnya membuat ajaran Sunan Kudus ataupun Wali Songo masih berlaku hingga sekarang,” ujarnya.
Gus Mus menuturkan saat Nabi Muhammad berdakwah di Thoif mendapat lemparan batu, tapi tidak melakukan pembalasan. Bahkan malaikat marah kemudian meminta Nabi agar berdoa kepada Allah supaya orang tadi diberi balasan. Namun Nabi hanya berdoa supaya orang melemparinya mendapat hidayah.
“Nabi Muhammad dalam berdakwah mampu mengajak tokoh-tokoh kafir seperti Ikrima bin Abu Jahal, Abu Sufyan, Hindun dan lainya bisa masuk Islam. Seandainya tidak memiliki ruhud dakwah, Nabi tidak mampu membuat mereka masuk Islam,” tegas Gus Mus.
Kiai yang dikenal sebagai penulis dan pelukis ini juga menegaskan, ruhud dakwah yang dilakukan Wali Songo yang diwarisi para ulama termasuk KHR Asnawi, Islam bisa berkembang mayoritas di tanah air Indonesia.
“Dulu Mbah Asnawi mengajak orang masuk surga kelak, sekarang orang malah seakan ingin mengangkangi surga. Lainnya disuruh di neraka,” kata Gus Mus menyidir.
Dalam pengajian bertema “Meneladani kearifan KHR Asnawi” ini, Gus Mus mengungkapkan tiga keteladan yang dimiliki pendiri NU asal Kudus ini. Disamping memiliki ruhud dakwah, Mbah Asnawi juga mempunyai kecintaan ilmu pengetahuan terutama ilmu agama dan selalu berjiwa keindonesiaan.
Usai mauidhah hasanah, Gus Mus didaulat mengucapkan “selamat satu abad Qudsiyyah” di atas kanvas. Gus Mus melukis kaligrafi lafal bismillah yang disertai tulisan dirgahayu satu abad Qudsiyyah. [ARN]

Demonstrasi 212 #2 dan situasi banjir di Jakarta

2/21/2017 12:12:00 PM


Jakarta-MaxsumNews.
Berikut ini adalah video liputan situasi terbaru Demonstrasi 212 Jilid 2, meski hujan para demonstran tetap melancarkan aksinya mengenakan jas hujan.

Dan bisa kita pantau juga situasi Banjir di beberapa lokasi di Jakarta dan dilihat dari berbagai kendaraan; sepeda motor, mobil pribadi, bus transjakarta.

Iwan Bopeng Nantangin, Dibalas Tentara dan Netizen, Akhirnya Minta Maaf

2/20/2017 04:00:00 PM

Berikut ini adalah beberapa video yang Maxsum rangkum dan kompilasikan dari beberapa Netizen di Youtube.







Sempat Ancam Habib Rizieq, Begini Reaksi Anton Medan Saat Ahok Jadi Tersangka

11/18/2016 01:39:00 PM

JAKARTA – Tokoh muslim Tionghoa, Ramdan Effendi alias Anton Medan pernah mengancam akan menggunakan hukum rimba jika Front Pembela Islam (FPI) dan Habib Rizieq Shihab membuat kerusuhan saat demo 4 November 2016.
Namun, reaksi Anton Medan berubah saat Basuki Tjahaja Purnama alias Ahok ditetapkan sebagai tersangka kasus penistaan agama.
Kali ini Anton Medan bersikap lebih bijaksana. Ia menilai bahwa penetapan tersangka terhadap Gubernur DKI nonaktif itu adalah langkah terbaik.
Anton mengapresiasi kinerja penyidik Mabes Polri yang bekerja secara serius dan profesional dan meningkatkan kasus Ahok dari penyelidikan ke penyidikan.
“Itu adalah yang terbaik. Baik untuk semua,” kata Anton Medan di Jakarta, Kamis (17/11).
Menurut Anton, meski Ahok jadi tersangka, tetapi prosesnya masih panjang. Masih perlu pembuktian di pengadilan.
“Pernah saya katakan, semua pihak harus ikhlas menerima apapun hasilnya setelah gelar perkara dilakukan,” katanya mengingatkan.
Anton mengungkapkan, bisa saja status tersangka itu dijadikan alasan lagi untuk berdemo dan mendesak Polri menahan Ahok selama menjalani proses penyidikan hingga menjalani sidang pengadilan.
“Kalau memang begitu maunya, namanya tidak tahu undang-undang dan tidak tahu menempatkan diri,” tegas Anton Medan.
Anton menyatakan, penetapan status Ahok sebagai tersangka itu dalam keadaan tidak seluruh penyidik satu suara.
“Meningkatkan kasus tersebut dari penyelidikan ke tahap penyidikan adalah yang paling tepat,” kata Anton.
Ketika dikonfirmasi setelah Ahok ditetapkan sebagai tersangka penistaan agama, Anton tak mau memprediksi dan berspekulasi.
“Wah, saya tidak mau berspekulasi. Karena penyidikan itu butuh proses pendalaman perkara juga. Sebutlah misalnya yang sekarang 60 persen banding 40 persen,” ujarnya.
Bukan hal yang tidak mungkin dalam proses penyidikan, berbalik yang 60 persen itu meyakini tidak terdapat perbuatan penistaan.
“Bila itu yang terjadi, maka akan turun SP3 dan pengusutan perkara dihentikan,” pungkas Anton.

 
Copyright © Maxsum News. Designed by OddThemes & VineThemes