Tampilkan postingan dengan label PENIPUAN. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label PENIPUAN. Tampilkan semua postingan

Bermodus Survey Kendaraan, Data-data anda ditukar dengan kanebo (Bekasi)

11/09/2019 09:08:00 PM

Laporan Khas, Eksklusif MaxsumNews.
Sabtu sore, saat saya sedang asik minum es kopi di warkop langganan disekitar Perumahan Pondok Ungu Permai, tiba-tiba saya disambangi oleh dua orang ini.


Mereka mengaku ibu dan anak, lalu sang ibu bertanya kepada saya sepeda motor Honda Genio yang terparkir itu milik saya atau bukan, mereka fikir saya percaya padahal mereka berdua gak ada mirip-miripnya.

Setelah saya akui akhirnya dia mulai basa-basi dengan bertanya apakah saya sudah pernah disurvey dan mendapatkan kanebo, saya jawab belum pernah, akhirnya mereka duduk di dalam warkop, mereka terlihat lebih seperti rekan kerja ketimbang ibu dan anaknya.

Dari sini saya mulai curiga, tapi karna penasaran dengan modusnya akhirnya saya ladeni aja, lumayan juga dapet kanebo. haha..
beginilah penampakkan orang yang mengaku sang ibu yg duduk disamping saya, sedangkan anaknya disebrang sana celingak-celinguk dan sempat curi-curi pandang ke saya lalu buang muka saat saya tatap matanya.


Bermodal sebundle dokumen fotocopyan berisi spesifikasi motor Honda, beliau memulai aksinya, bertanya kepada saya data-data lengkap seperti nama, alamat, status, No.HP dll, lalu sedikit bertanya mengenai motor, alasan kenapa membeli, cash/kredit, pernah mengalami kehilangan/pencurian atau belum dll, sedangkan anaknya diam saja sambil asik minum kuku bima rasa anggur, tak lupa pakek ES ya biar seger.

Saya jawab pertanyaan dengan seadanya mengenai motor dan data-data pribadi dummy/ngasal, lengkap dengan alamatnya ayu ting-ting, alias Alamat Palsu, barulah setelah ini dimulai aksi yang lebih serius, sang Ibu mulai meminta yang aneh-aneh; STNK, KTP, SIM utuk dia Foto, skaligus minta foto saya dengan pose berdiri disamping motor saya.

Disinilah saya mulai beraksi, dengan alasan bahwa saya tidak membawa yang dia minta, akhirnya dia bilang nanti kirim saja foto-fotonya via WA, kebetulan saya kasih dia Nomor saya yang asli, sengaja biar saya bisa share ke publik agar bs lebih waspada, berikut ini nomor dan chat dari sang Ibu.



Dia menjelaskan cara untuk mengambil foto sambil menunjukan isi chat dari korban-korban yang telah mengirim Foto STNK, SIM, KTP via WA nya, lalu sedikit basa-basi dia bertanya apakah di summarecon ramai hari ini, saya bilang disana ramai lalu mereka buru-buru membayar minuman kemudian bergegas pergi, sedangkan saya langsung buru-buru blokir WA Nya sambil masih asik ngopi.

Nah, sekarang baru saatnya saya jelaskan kenapa kedua orang ini sangat berbahaya, bahkan mungkin ini adalah salah satu modus penipuan meskipun saya belum menjadi korban, tidak ada salahnya kita selalu siaga dan waspada, menjaga semua data-data rahasia kita.

Bagi yang terlanjur mengirim apa yang tersangka minta, ada baiknya melapor ke polisi, keluarga, saudara atau sedapetnya yang kira-kira bisa memberi solusi atau mengkonfirmasi identitas mereka, apakah benar mereka dari pihak tertentu atau anggota sindikat penipuan, karna ini yang akan terjadi pada data-data anda, saya akan menyebutnya "kemungkinan", bukan tuduhan.

Kemungkinan 1.
Data anda akan digunakan untuk pengajuan Pinjaman Online, atau Kredit Tanpa Agunan (KTA), atau bisa juga penggadaian, dan lain sebagainya, data-data anda juga bisa dipalsukan/diduplikasi untuk tujuan tertentu.

Kemungkinan 2.
Data anda akan digunakan untuk jadi target tindak kejahatan seperti pembegalan, penyitaan bermodus telat bayar tunggakan dan lain sebagainya, lalu motor anda akan dijual dengan harga tinggi karna mereka akan membuat STNK palsu bermodal Foto STNK yang anda kirim.

Begitulah analisa dari saya, bagi yang menemukan atau mengenal mereka, bagi yang pernah di survey dan kirim data, dan atau mengetahui sepak terjang mereka, mengenai kepastian mereka menipu atau bukan, itu kembali lagi kepada diri kita masing-masing, dan mohon hubungi saya, karna jika info ini menyimpang dan tidak sesuai kenyataan akan segera saya revisi dan hapus, atau jika sudah ada yang menjadi korban agar saya tambahkan disini sebagai bukti, Terima Kasih. (msrv/msn)

Penyebar Hoax ditangkap, penculikan anak hanya pengalihan issue?

4/05/2017 02:10:00 PM


Judul Asli:
Sebar Info Hoax, Warga Bandung Barat Ditangkap Polisi.
detikcom oleh Dony Indra Ramadhan.

Kapolres Cimahi AKBP Ade Ary Syam Indradi memperlihatkan bukti info hoax. Foto: ist
Seorang pegawai honorer RSUD Cililin harus berurusan dengan polisi. Pria bernama Angga Permana Rayandi (27) ini ditangkap polisi lantaran menyebarkan informasi palsu alias hoax tentang penculikan anak.
Angga tak berkutik saat personel Satreskrim Polres Cimahi menggerebek kediamannya di kawasan Gunung Halu, Kabupaten Bandung Barat, Jawa Barat, Senin (3/4) lalu.
"Banyak sekali informasi hoax yang akhirnya meresahkan masyarakat. Di Cimahi ada hoax soal penculikan anak. Kita berhasil mengungkap dan menangkap yang pertama kali menyebarkan informasinya," kata Kapolres Cimahi AKBP Ade Ary Syam Indradi kepada detikcom via pesan singkat, Rabu (5/4/2017).
Kasus bermula saat pelaku mengunggah foto dua orang terdiri pria dan wanita melalui akun media sosial (medsos) miliknya pada 31 Maret 2017 lalu. Selain dua foto yang dijadikan satu, pelaku menuliskan informasi kedua orang itu menculik anak di Kecamatan Cipongkor, Kabupaten Bandung Barat.
Polisi turun tangan menyelidiki. Hasilnya, kedua orang dalam foto tersebut bukanlah penculik, melainkan warga biasa.
"Kedua orang tersebut bukan penculik. Keduanya orang yang terganggu jiwanya, kita juga sudah periksa keluarganya. Memang, kedua orang tersebut berkeliaran di Cipongkor, tetapi bukan penculik," kata Ade.
Kepada polisi, Angga mengaku khawatir maraknya penculikan anak karena mengingat dia juga memiliki anak. Foto diunggah tersangka, sambung Ade, diperoleh dari orang tua Angga.
"Sehingga dia menyebarkan info ada penculik di Cipongkor yang berkeliaran. Ini perbuatan yang tidak baik. Dia menuduh orang, kemudian menyebarkan melalui medsos, di mana semua orang bisa melihat. Bahkan ada yang berkomentar 'izin share'," kata Ade.
Gara-gara menyebarkan hoax, Angga harus merasakan dinginnya lantai penjara. Ia terancam jeratan Pasal 28 ayat 1 Undang-Undang Informasi dan Transaksi Elektronik (ITE) dengan ancaman penjara maksimal enam tahun dan denda Rp 1 miliar.
"Kita masih melakukan penyelidikan untuk mencari korban yang merasa dirugikan akibat perbuatannya," kata Ade.
Menurut Ade, kasus ini bisa menjadi pelajaran bagi semua netizen. Selain itu, Ade meminta masyarakat untuk mengecek kebenaran informasi yang diperoleh.

Sumber: Detik News, Detik.com

Modus Penipuan di ATM Terekam CCTV - MaxsumNews

2/24/2017 04:52:00 PM


MaxsumNews, Berikut ini Maxsum sampaikan infomasi tentan Modus Penipuan yang terjadi di ATM.

Terlihat jelas di Video ada dua orang komplotan pelaku dan serorang korban perempuan.

Pelaku pertama pria yang memakai topi dan yang kedua wanita, modusnya begini;

Para pelaku mencari ATM yang cukup sepi suasananya, seperti salah satu ATM di wilayah Cipinang, Jakarta Timur di Video ini.

Pelaku pria masuk ke ATM, menunggu ada korban yg mengantri diluar, setelah terlihat ada yang mengantri lalu dia keluar sambil sengaja meninggalkan Handphone nya diatas Mesin ATM dan Kartu ATM nya ditinggal di Mesin ATM.

Korban yang telah masuk pun mengeluarkan ATM miliknya tapi tiba-tiba dia kebingungan melihat Handphone dan ATM pelaku pria tersebut tertinggal, sambil mencoba untuk mengeluarkan Kartu ATM pelaku dr Mesin ATM.

Pelaku pun masuk untuk mengambil Handphone nya tapi tanpa disadari ketika pelaku mengambil Kartu ATM yang diambil sebenarnya adalah Kartu ATM korban, alias ditukar.

Pelaku pergi lalu korban mencoba melanjutkan niatnya untuk mengambil uang, tapi terjadi masalah saat memasukan PIN karna sebenarnya yang ia masukkan ke Mesin ATM adalah Kartu milik Pelaku.

Muncul lah Pelaku kedua dalam wujud wanita, bagai pahlawan kesiangan Pelaku Wanita tersebut seolah berusaha untuk membantu korban untuk menginput PIN dgn meminta korban untuk menyebutkan PIN miliknya.

Sampai disini mungkin kita sudah nalar dan bisa menebak apa yang akan dilakukan para pelaku selanjutnya, dengan kartu ATM korban telah pindah tangan ke Pelaku Pria dan Nomor PIN telah diketahui Pelaku Wanita, sudah pasti uang Korban akan dikuras.

Dari pada bingung-bingung membaca artikel ini, lebih baik langsung saja kita tonton videonya, agar kita bisa lebih waspada, selamat menyaksikan. (msn/msrv)





 
Copyright © Maxsum News. Designed by OddThemes & VineThemes