Tampilkan postingan dengan label POLITIK. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label POLITIK. Tampilkan semua postingan

Aksi Demo Bela Islam 313

4/01/2017 01:08:00 AM



Saksikan Videonya Berikut ini


Demonstrasi bukanlah Jihad, Jangan Tertipu!

3/09/2017 02:15:00 PM

Dampak negatif dan kerusakan-kerusakan akibat demontsrasi

Oleh: Ustadz Arif Fathul Ulum bin Ahmad Saifullah
 

1. Termasuk misi rahasia sekaligus segi negative demonstrasi, ia merupakan alat dan penyebab habisnya semangat rakyat, karena ketika mereka keluar, berteriak-teriak dan berkeliling jalanan, maka mereka kembali ke rumah-rumah mereka dengan semangat yang telah sirna serta kecapaian yang luar biasa.
Padahal, yang wajib bagi mereka adalah menggunakan semangat tersebut untuk taat kepada Allah, mempelajari ilmu yang bermanfaat, berdo’a dan mempersiapkan diri untuk menghadapi musuh, sebagai bentuk pengalaman firman Allah azza wa jalla:
Dan siapkanlah untuk menghadapi mereka kekuatan apa saja yang kamu sanggupi dan dari kuda-kuda yang ditambat untuk berperang (yang dengan persiapan itu) kamu menggentarkan musuh Allah, musuhmu dan orang-orang selain mereka yang kamu tidak mengetahuinya; sedang Allah mengetahuinya. Apa saja yang kamu nafkahkan pada jalan Allah niscaya akan dibalasi dengan cukup kepadamu dan kamu tidak akan dianiaya.” [QS.al-Anfal/80: 60]
2. Di dalam demonstrasi  tersimpan kemungkaran yang begitu banyak, seperti keluarnya wanita (ikut serta demonstrasi, padahal seharusnya dilindungi di dalam rumah, bukan di jadikan umpan), demikian pula anak-anak kecil, serta adanya ikhtilath, bersentuhan kulit dengan kulit, berdua-duaan antara laki-laki dan perempuan, ditambah lagi lagi ‘hiasan’ berupa celaan, umpatan keji, omongan yang tidak beradab. Ini semua menunjukkan keharaman demonstrasi.
3. Islam memberikan prinsip bahwa segala sesuatu yang kerusakannya lebih banyak dari kebaikannya maka dihukumi haram. Mungkin saja demonstrasi berdampak pada turunnya harga barang-barang dagangan, tetapi kerusakannya lebih banyak daripada kemaslahatannya, lebih-lebih jika berkedok agam dan membela tempat-tempat suci.
4. Demonstrasi, terkandung di dalamnya kemurkaan Allah Ta’ala dan juga merupakan protes terhadap takdir, karena Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda:
Jika Allah mencintai suatu kaum maka Allah akan menguji mereka. Jika mereka ridho maka mereka akan diridhoi Allah. Jika mereka marah maka Allah juga marah kepada mereka. [HR.at-Tirmidzi di dalam Jami’nya: 4/601 dan Ibnu Majah di dalam Sunan-nya: 2/1338 dan dihasankan oleh Syaikh al-Albani di dalam Shohihul Jami’: 2110]
Sebelum Perang Badar Nabi ber-istighotsah (memohon pertolongan di waktu penting) kepada Allah. Hal ini diabadikan oleh Allah dalam firman-Nya:
(Ingatlah), ketika kamu memohon pertolongan kepada Tuhamu, lalu diperkenankan-Nya bagimu: “Sesungguhnya Aku akan mendatangkan bala bantuan kepada kamu dengan seribu malaikat yang datang berturut-turut.” [QS.al-Anfal/8: 9]
Beliau juga merendahkan diri kepada-Nya sampai selendang beliau terjatuh. Beliau memerintahkan kepada para Sahabat radhiyallahu ‘anhum untuk bersabar menghadapi siksaan kaum musyrikin.
Beliau shallallahu ‘alaihi wa sallam dan para sahabatnya sama sekali tidak pernah mengajak demonstrasi padahal keamanan mereka diguncang, mereka di siksa dan dizholimi. Maka, demonstrasi bertentangan dengan ajaran kesabaran yang diperintahkan oleh Allah ketika menghadapi kezholiman para penguasa serta ketika terjadi tragedi dan musibah.
5. Demonstrasi merupakan kunci yang akan menyeret pelakunya untuk memberontak terhadap para penguasa, padahal kita dilarang melakukan pemberontakan dengan cara membangkang kepada mereka.
Betapa banyak, demonstrasi yang mengantarkan suatu negara menuju kehancuran, sehingga timbullah pertumpahan darah, perampasan kehormatan, dan harta benda serta tersebarlah kerusakan yang begitu luas.
6. Demonstrasi menjadikan orang-orang dungu, wanita dan orang-orang yang tidak berkompeten bisa berpendapat. Dalam perkara yang besar dan berdampak luas, orang-orang yang bukan ahlinya ikut berbicara. Sehingga, memungkinkan tuntunan mereka dipenuhi meskipun merugikan mayoritas masyarakat. Bahkan, orang-orang dungu dan jahat serta kaum wanita yang banyak mengobarkan demonstrasi; mereka yang mengontak dan memprovokasi massa!
7. Para pengobar demonstrasi senang kepada siapa saja yang berdemo bersama mereka, walaupun  dia seorang pencela sahabat Nabi, tukang ngalap berkah dari kuburan-kuburan bahkan sampaipun orang-orang musyrik.
Sehingga akan anda dapati seorang yang berdemo dengan mengangkat al Qur’an, disampingnya orang mengangkat salib (Nasrani), yang lain membawa bintang Dawud (Yahudi); dengan demikian, demonstrasi merupakan lahan bagi setiap orang yang menyimpang, kafir, dan ahli bid’ah.
8. Hakikat para demonstran adalah orang-orang yang hidup di dunia seraya menebarkan kerusakan, mereka membunuh, merampas, membakar, menzholimi jiwa dan harta benda. Sampai-sampai ada seorang pencuri menyatakan: “Sesungguhnya kami gembira jika banyak demonstrasi, karena hasil curian dan rampasan menjadi banyak bersamaan dengan berjalannya para demonstran.” (!)
9. Para pendemo pada hakikatnya mengantarkan jiwa mereka menuju pembunuhan dan siksaan, padahal Allah telah melarangnya dalam firman-Nya:
…Dan janganlah kamu membunuh dirimu. Sesungguhnya Allah Maha Penyayang kepadamu.” [QS.an-Nisa’/4: 29]
Para demonstran pasti akan mengalami bentrokan dengan petugas keamanan sehingga mereka akan disakiti dan dihina, sedangkan Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam telah bersabda:
“Seorang mukmin tidak boleh menghinakan dirinya.” Beliau shallallahu ‘alaihi wa sallam ditanya: “Bagaimana seorang mukmin menghinakan dirinya?” Beliau menjelaskan: “(Yakni) dia menanggung bencana di luar batas kemampuannya.” (HR.at-Tirmidzi di dalam Jami’-nya: 4/522 dan Ibnu Majah  di dalam Sunan-nya: 2/1332 dan dishohihkan oleh Syaikh al Albani di dalam Silsilah Shohihah: 2/170) (Lihat Demonstrasi, Solusi atau Polusi oleh Syaikh Syu’aiyyid bin Hulaiyyil al Umar dalam Majalah al-Asholah Yordania Edisi 38 hal.76-80)
Sumber: disalin ulang dari Buku “Demonstrasi Dalam Pandangan Syar’i” oleh: Ustadz Arif Fathul Ulum bin Ahmad Saifullah, Hal.15-21, Cet.1, Pustaka an Nabawi Surabaya.
-Asholah Yordania Edisi 38 hal.76-80)

Demonstrasi 212 #2 dan situasi banjir di Jakarta

2/21/2017 12:12:00 PM


Jakarta-MaxsumNews.
Berikut ini adalah video liputan situasi terbaru Demonstrasi 212 Jilid 2, meski hujan para demonstran tetap melancarkan aksinya mengenakan jas hujan.

Dan bisa kita pantau juga situasi Banjir di beberapa lokasi di Jakarta dan dilihat dari berbagai kendaraan; sepeda motor, mobil pribadi, bus transjakarta.

Iwan Bopeng Nantangin, Dibalas Tentara dan Netizen, Akhirnya Minta Maaf

2/20/2017 04:00:00 PM

Berikut ini adalah beberapa video yang Maxsum rangkum dan kompilasikan dari beberapa Netizen di Youtube.







Setelah Agus Kalah. Demokrat, PAN, PKB, PPP akan beralih dukung Anies atau Ahok?

2/18/2017 09:35:00 AM

(Gambar Tumbnail dari Video Youtube)

Jakarta - Ketum Partai Demokrat Susilo Bambang Yudhoyono mengisyaratkan nonblok di Pilgub DKI putaran kedua setelah pasangan Agus Harimurti Yudhoyono-Sylviana Murni tereliminasi. Timses Basuki T Purnama (Ahok)-Djarot Saiful Hidayat mengaku sudah ada pendekatan ke kubu Agus-Sylvi.

"Secara formil belum ada. Masih pendekatan dari hati ke hati," ungkap timses Ahok-Djarot dari Partai NasDem, Wibi Andrino, dalam perbincangan dengan detikcom, Jumat (17/2/2017).

Dukungan dari pengusung Agus-Sylvi memang kini tengah diperebutkan oleh kubu Ahok-Djarot dan kubu Anies Baswedan-Sandiaga Uno yang dipastikan akan maju di putaran kedua Pilgub DKI. Empat partai pengusung Agus-Sylvi yakni Partai Demokrat, PAN, PKB, dan PPP hingga saat ini belum memberikan pernyataan resmi akan mengalihkan dukungannya ke pasangan mana.

"Intinya kita memang mengharapkan saudara-saudara kita baik dari parpol maupun relawan mas Agus-Sylvi untuk dapat bersama-sama kita di putaran kedua," ujar Wibi.

Soal pendekatan dari hati ke hati, menurutnya adalah dengan komunikasi informal kepada partai pendukung Agus-Sylvi. Namun Wibi menolak untuk memberi informasi apakah sudah ada pertemuan antara tim Ahok-Djarot dengan timses Agus-Sylvi maupun empat partai pengusungnya.

"Yes. Begitu tepatnya (informal). (Pertemuan dengan kubu Agus-Sylvi) nggak bisa komentar," tukas Sekretaris DPW Partai NasDem itu.

Meski begitu, Wibi memastikan hubungan antara kubu Ahok-Djarot dengan koalisi Agus-Sylvi cukup baik, termasuk dengan Partai Demokrat. Berbeda dengan kubu Anies-Sandi yang terkesan mempertontonkan 'kemesraan' dengan pendukung Agus-Sylvi, tim Ahok-Djarot lebih memilih untuk tidak mau woro-woro.

"Antar partai hubunganya cair kok. Kita lihat kedepan. Urusan hati kan berproses," ujar Wibi.

Sebelumnya diberitakan, Waketum Partai Demokrat Roy Suryo menyatakan belum ada arahan dari SBY untuk koalisi dukungan terhadap dua pasangan calon tersisi di Pilgub DKI. Ini mengisyarakatkan SBY akan memilih nonblok di putaran kedua.

"Memang tidak ada arahan untuk ke calon nomor dua maupun calon nomor tiga. Besar kemungkinan PD akan mengambil posisi pada hari pengumuman yang maju putaran dua, jadi memang tidak ada arahan sama sekali," terang Roy, Jumat (17/2). (ear/van)

Mundur dari Tentara, Gagal Jadi Gubernur, Mengakui kekalahan, Ternyata Sebanyak ini Gaji AHY sebelumnya.

2/17/2017 07:06:00 PM

Keluarga Agus Yudhoyono

Calon Gubernur DKI Jakarta periode 2017-2022 nomor urut satu, Agus Harimurti Yudhoyono, akhirnya menyatakan menerima hasil Pemilihan Gubernur dan Wakil Gubernur DKI Jakarta berdasarkan hasil hitung (quick count) cepat sejumlah lembaga survei.

"Secara kesatria dan lapang dada saya menerima kekalahan saya," kata Agus dalam jumpa pers di kantor DPP Partai Demokrat, Menteng, Jakarta Pusat, Rabu (15/2/2017) malam, yang disiarkan langsung.

Seperti diberitakan, hasil hitung cepat sejumlah lembaga survei menempatkan Agus dan calon Wakil Gubernur, Sylviana Murni, pada posisi paling bawah dengan persentase paling kecil.

Berikut hasil hitung cepat tiga lembaga survei:

Litbang Kompas
Data masuk: 100 persen
Agus Harimurti Yudhoyono dan Sylviana Murni: 17,38 persen
Basuki Tjahaja Purnama dan Djarot Saiful Hidayat: 42,88 persen
Anies Rasyid Baswedan dan Sandiaga Salahuddin Uno: 39,74 persen
Charta Politika
Data masuk: 100 persen
Agus Harimurti Yudhoyono dan Sylviana Murni: 16,97 persen
Basuki Tjahaja Purnama dan Djarot Saiful Hidayat: 43,75 persen
Anies Rasyid Baswedan dan Sandiaga Salahuddin Uno: 39,28 persen
Lingkaran Survei Indonesia
Data masuk: 100 persen
Agus Harimurti Yudhoyono dan Sylviana Murni: 16,87 persen
Basuki Tjahaja Purnama dan Djarot Saiful Hidayat: 43,22 persen
Anies Rasyid Baswedan dan Sandiaga Salahuddin Uno: 39,91 persen

Telepon Ahok dan Anies.
Bagi Agus, pemilihan Gubernur dan wakil Gubernur diikutinya adalah sebuah kompetisi.
Menurut Agus, dalam setiap kompetisi pasti ada yang menang dan ada yang kalah.
"Ada suka, ada duka. Itulah realitas kehidupan," kata Agus.
Agus mengucapkan selamat kepada dua pasangan rivalnya, yakni Basuki Tjahaja Purnama dengan Djarot Saiful Hidayat dan Anies Baswedan dengan Sandiaga.
Kedua pasangan ini diprediksi kembali bertarung pada putaran kedua.

"Tadi saya sudah menelepon langsung Bapak Basuki. Saya juga sudah mencoba menghubungi Bapak Anies, termasuk Bapak Sandi. Tetapi, beliau berdua masih ada kegiatan. Tujuan kami menghubungi beliau-beliau adalah untuk secara langsung mengucapkan selamat atas capaian mereka berdua," ucap Agus.

Tak Bisa Kembali Jadi Tentara
Kalah pada kontestasi politik, Agus dipastikan tak bisa aktif kembali sebagai prajurit TNI Angkatan Darat.
"Iya, tidak bisa lagi kembali ke TNI. Itu pedoman saat ini," ujar Kepala Dinas Penerangan TNI Angkatan Darat, Brigjen Sabrar Fadhillah, Sabtu (24/9/2016).
Fadhillah mengatakan, instruksi tersebut jelas dituangkan Panglima TNI Jenderal Gatot Nurmantyo dalam Surat Telegram Panglima TNI Nomor: ST/983/2016 tanggal 9 Agustus 2016.

Sebelumnya, Gatot menegaskan bahwa setiap anggota militer harus mengundurkan diri dari kedinasan jika menjadi peserta pilkada.
Hal itu tertuang di dalam undang-undang dan aturan internal TNI.
Jika kalah, maka tak ada kesempatan untuk kembali karena telah menyerahkan surat pengunduran diri.
"Saya jamin ketika kalah tidak bisa kembali lagi ke TNI karena sudah mengajukan dan langsung kita proses," kata Gatot.

Berikut ketentuan yang dimuat di dalam Surat Telegram Panglima TNI.

Pertama, anggota TNI dan PNS TNI yang mencalonkan diri sebagai anggota legislatif dan kepala daerah agar membuat surat pengunduran diri dari anggota TNI dan PNS TNI.
Surat pengunduran diri tidak dapat ditarik kembali.

Kedua, selama dalam proses pemilihan umum anggota legislatif, yang bersangkutan telah diberhentikan dengan hormat dari anggota TNI dan PNS TNI.

Ketiga, anggota TNI dan PNS TNI yang akan mencalonkan diri mengikuti pemilihan kepala daerah membuat surat pengunduran diri dari anggota TNI dan PNS TNI sejak ditetapkan sebagai calon peserta pemilihan kepala daerah dan tidak dapat ditarik kembali.

Keempat, anggota TNI dan PNS TNI yang telah ditetapkan sebagai calon peserta pemilihan kepala daerah wajib menyerahkan keputusan pemberhentian dari dinas keprajuritan TNI dan keputusan pemberhentian PNS TNI paling lambat 60 (enam puluh) hari sejak ditetapkan sebagai calon peserta pemilihan kepala daerah kepada KPU.

Kelima, apabila tidak terpilih menjadi anggota legislatif dan kepala daerah, yang bersangkutan tidak dapat kembali menjadi anggota TNI dan PNS TNI.

Keenam, selama dalam proses pemilihan umum anggota legislatif dan pemilihan umum kepala daerah tidak diperbolehkan menggunakan atribut maupun fasilitas TNI.
Rencana Agus
Lalu, apa rencana Agus selanjuntya?
"Nanti kita pikirkan lagi itu ya. Yang jelas, saya tidak ada lagi kesempatan untuk kembali ke TNI, sudah pasti itu kan," kata Agus, beberapa waktu lalu.

Dia mengaku juga belum menentukan apakah nanti akan berkarier di dunia politik dan menjadi kader Partai Demokrat atau bidang lain jika tak terpilih.
"Lebih lanjut nanti untuk di bidang apa, untuk di dunia yang baru tentu kita lihat, tapi masih jauhlah. Insya Allah ya," kata Agus.
Sebelumnya, keputusan Agus mundur dari dunia kemiliteran disesalkan sejumlah pihak.

Karier Agus kini dinilai sangat cemerlang dan peluang untuk menjadi jenderal mengikuti jejak ayahnya, Susilo Bambang Yudhoyono terbuka lebar.
Namun, itu semua pupus lantaran surat pengunduran diri sebagai prajurit aktif telah diserahkan.

Putra sulung mantan Presiden RI keenam tersebut, memiliki pengalaman sebagai Komandan Yonif Mekanis 203/Arya Kemuning sejak Agustus 2015 hingga September 2016 atau hanya setahun menjabat.
Jabatan itu diemban saat dirinya berpangkat mayor infanteri.

Sebagai seorang mayor dengan masa kerja dan golongan selama 16 tahun atau sejak tahun 2000, negara menggajinya Rp 3.661.600 per bulan.
Nominal gaji pokok tersebut berdasarkan Peraturan Pemerintah Republik Indonesia Nomor 31 Tahun 2015 tentang Perubahan Kesebelas atas
Peraturan Pemerintah Nomor 28 Tahun 2001 tentang Peraturan gaji Anggota Tentara Nasional Indonesia.

Selain menerima gaji pokok, Agus juga menerima tunjangan kinerja mayor senilai Rp 2.694.000 per bulan.
Belum lagi tunjangan jabatan dan lainnya.

Berapa sih gaji Gubernur DKI Jakarta?

Berikut rinciannya:
Gaji Gubernur Rp 3.200.000
Tunjangan jabatan Rp 5.400.000
Biaya penunjang operasional = 60 persen x (0,13 persen pendapatan asli daerah)
Pendapatan asli daerah pada tahun 2016 Rp 37,43 triliun
Biaya penunjang operasional Gubernur Rp 29,20 miliar per tahun. (TribunTimur)

Serang SBY & HT, Antasari Siap Mati.

2/15/2017 09:59:00 AM


MaxsumNews, JAKARTA -
Dikutip secara keseluruhan dari Tribunnews, 14 February 2017 16:03

Antasari Azhar mengaku tak takut mati setelah melontarkan pernyataan keras, dengan menyeret nama Presiden ke-6 Republik Indonesia Susilo Bambang Yudhoyono.

Antasari bongkar di balik kasus pembunuhan Direktur Utama PT Putra Rajawali Banjaran, Nasrudin Zulkarnaen.
Antasari menyatakan ada rekayasa kasus pembunuhan, dan itu melibatkan SBY.

Antasari tak takut ada ancaman yang akan datang tertuju kepadanya, setelah menuding keterlibatan mantan orang nomor satu di Indonesia tersebut. Terutama dalam merekayasa kasus Nasrudin.

"Saya ngomong hari ini, saya bicara hari ini, saya mati saya siap. Saya tidak peduli, ya, itu tolong dicatat. Tapi saya harus bicara ini. Kalau saya mati, ini jadi misteri kan. Ini saya bicara," ujar Antasari di Gedung Bareskrim, Gambir, Jakarta Pusat, Selasa (14/2/2017).

Rekayasa kasus pembunuhan Nasrudin, ucap Antasari, lantaran dirinya menolak untuk melepaskan besan SBY, Aulia Pohan.
Saat itu, Aulia terseret kasus korupsi dana Yayasan Pengembangan Perbankan Indonesia (YPPI) sebesar Rp 100 miliar.
Menurut keterangan Antasari, SBY menitipkan pesan melalui Hary Tanoesoedibjo.

Hary datang ke rumah Antasari Maret 2009. Pesannya, untuk membebaskan Aulia.
"Untuk apa waktu itu menyuruh Hary Tanoe, datang ke rumah saya malam-malam. Apakah masih bisa kita katakan SBY tidak intervensi perkara ini bukti. Untuk tidak menahan Aulia Pohan," ucap Antasari.

Sebagai penegak hukum, Antasari mengaku obyektif. Sehingga permintaan itu, tak disetujui. Antasari disebut liar, dan tak bisa dikendalikan karena menolak permintaan membebaskan Aulia.

Setelah membeberkan, adanya rekayasa kasus pembunuhan Nasrudin, Antasari mengaku akan melanjutkan kegiatan seperti biasa. Dia tak peduli bila ada intimidasi atau teror yang menimpanya.

"Saya ada kegiatan, dan mungkin saya akan kembali ke rumah nanti malam, dan bagaimana pun apakah rekan wartawan bisa jaga keamanan saya? Ndak kan, ya sudah saya jaga keamanan saya sendiri," ujar Antasari.

Meski begitu, Antasari enggan menuduh pihak SBY atau Hary Tanoe yang akan meneror dirinya.
"Bukan saya menduh mereka akan melakukan aksi apa, ndak. Saya sudah alami, saya kemarin (2009) melaksanakan tugas resmi sebagai Ketua KPK," ucap Antasari.

Antasari sebut ada kriminalisasi saat dirinya menjabat sebagai Ketua KPK, yakni terkait dirinya yang diduga melakukan pembunuhan terhadap Nasrudin Zulkarnaen yang tewas pada Maret 2009.

Tepatnya pada 4 Mei 2009, Kepolisian Daerah Metro Jaya menetapkan Antasari sebagai tersangka atas kasus dugaan pembunuhan Direktur Utama PT Putra Rajawali Banjaran, Nasrudin Zulkarnaen.

Antasari ditahan karena diduga sebagai aktor intelektual di balik pembunuhan tersebut sehingga ditetapkan sebagai tersangka dan dijerat pasal 340 KUHP dengan ancaman maksimal hukuman mati.

Antasari disebut menembak bagian kepala Nasrudin, di dekat mal Metropolis Town Square, usai bermain golf di kawasan Modernland, Tangerang, Banten pada 14 Maret 2009.

Pembunuhan yang dilakukan Antasari diduga berkaitan dengan hubungan cinta segitiga antara dirinya, Nasrudin, dengan seorang caddy lapangan golf di kawasan Modernland bernama Rani Juliani.

"Dipenjarain dengan skenario macem-macem. Dengan perempuan macem-macem. Mereka tidak mikir bagaimana sakit hatinya keluarga saya," kata Antasari. (msrv/msn)

Masa Tenang Pilkada, Polri Pantau Aktifitas Sosial Media - MaxsumNews

2/09/2017 08:00:00 AM


Jakarta - Dilansir dari Detik, Polri akan memantau media sosial pada masa tenang Pilkada Serentak 2017 yakni mulai 12 Februari hingga 14 Februari 2017. Hal itu untuk menekan adanya kegiatan politik di berbagai jejaring sosial.

"Untuk masa tenang, imbauan supaya betul-betul digunakan sebagaimana aturan yang ada, tidak ada kampanye atau penyebaran info terkait kampanye. Tentu dalam hal ini kepolisian akan lakukan upaya memonitor penyebaran informasi," kata Kabag Penum Divisi Humas Polri, Kombes Martinus Sitompul, di kompleks Mabes Polri, Jalan Trunojoyo, Jakarta Selatan, Rabu (8/2/217).

Jika pihak kepolisian menemukan konten postingan di media sosial yang melanggar hukum, akan dilakukan tindakan pemblokiran terhadap akun yang bersangkutan. Pemblokiran akan dilakukan bersama dengan pihak Kemenkominfo.

"Apabila itu menganggu dalam kaitan melanggar ketentuan Undang-undang, kita akan komunikasikan dengan Kemenkominfo untuk memantau dan blokir," tegas Martinus.

Saat ini, Martinus mengatakan ada beberapa akun sosial media yang sudah dimonitor oleh polisi. Namun belum ada penindakan terhadap akun-akun ini.

"Ada beberapa yang kita monitor, kita diamkan supaya kita bisa tahu progres info yang tersebar untuk antisipasi selanjutnya," imbuhnya.

Penindakan terhadap akun-akun tersebut polisi berdasar pada UU ITE. "Rekomen Polri tentu berdasarkan hasil penelitian yang saksama terhadap info yang disebarkan yang tidak tepat dan melanggar hukum, kita minta blokir," pungkas Martinus.

Untuk itu sebaiknya kita hati-hati dalam membagikan postingan di media sosial, saran maxsum lebih baik privasi postingan diubah menjadi "teman", mau lebih aman lagi bisa menggunaan privasi "hanya saya", jadi hanya diri sendiri yang bisa baca.

Kita harus lebih bijak dalam menyampaikan sesuatu dilingkup publik, karna sekarng sudah tidak sebebas dulu, ada hukum dan undang-undang yang membatasi ruang gerak kita. (msrv/msn)

Mahasiswa Ingatkan Presiden Jokowi untuk hati-hati dengan Rini Soemarno

1/30/2017 01:31:00 AM

RMOL. Sejumlah mahasiswa lintas perguruan tinggi di Jakarta yang menamakan diri Aliansi Mahasiswa Pengawal Nawacita (AMPN), memperingatkan Presiden Jokowi untuk berhati-hati dengan kebijakan Menteri BUMN Rini Soemarno.
Dalam aksi yang di AMPN di Jalan Thamrin, Jakarta Pusat, Minggu (29/1), mereka membagi-bagikan selebaran berisi sejumlah peringatan untuk pemerintahan yang dipimpin Presiden Joko Widodo.
Selain itu, mereka juga menggelar mimbar bebas sambil mengusung sejumlah poster dan spanduk sehingga menyita perhatian masyarakat yang sedang berolahraga di hari bebas kendaraan bermotor atau car free day.
Kordinator aksi AMPN Khairul Fuad dalam orasinya menyatakan, Presiden Jokowi harus mewaspadai Rini Soemarno yang terus berupaya menempatkan orang-orangnya demi memperkuat cengkeraman atas BUMN. Terakhir yang menjadi sorotan adalah keputusan menunjuk Ahmad Bambang sebagai wakil direktur Pertamina.
Termasuk menempatkan orang-orang bermasalah di Pertamia. Semuanya dilakukan untuk menggerogoti nawacita yang dicanangkan Jokowi,” kata Khairul dalam orasinya.
Khairul menegaskan, pengaruh keluarga Soemarno terhadap Pertamina sudah mengakar lama. Dulu ada kakak kandung Rini, Ari Hernanto Soemarno yang juga pernah memimpin Pertamina.
Yang terbaru, mereka mengangkat Ahmad Bambang sebagai wakil dirut Pertamina. Padahal, orang ini jelas bermasalah dan sedang diperiksa Kejaksaan Agung dalam dugaan kasus korupsi penyedian dan operasional kapal di PT Pertamina Trans Kontinental tahun 2012- 2014,” tambahnya.
Pengangkatan Ahmad Bambang tersebut, imbuh dia, hanya akal-akalan untuk mendongkel Dwi Sutjipto sebagai Dirut Pertamina.
Informasi yang beredar, para komisaris rapat rahasia dan menyetujui mendongkel Dwi Sutjipto untuk memuluskan kepentingan mereka,” ujarnya.
Karenanya, AMPN mengingatkan Jokowi untuk mengganti Rini.
Kami dukung Pak Jokowi untuk bersih-bersih kabinet, dan itu harus dari dalam Istana,” tegasnya.
Khairul juga mengaku prihatin karena banyak aktivis yang dulu vokal tiba-tiba bungkam. Beberapa aktivis yang dulu dikenal vokal memang kini mendapat posisi enak sebagai komisaris di BUMN.
Mungkin mereka sudah kekenyangan dan tidur enak karena banyak diangkat jadi komisaris BUMN, sehingga tidak peka lagi dengan kondisi bangsa,” pungkasnya.
Sebelumnya, Anggota Komisi VI DPR yang membidangi BUMN Darmadi Durianto mempersoalkan pengangkatan Ahmad Bambang sebagai wakil direktur utama PT Pertamina Persero.
Politikus PDI Perjuangan itu menuding Rini tidak melihat latar belakang Bambang yang sedang bermasalah karena terseret kasus dugaan korupsi penyedian dan operasional kapal di PT Pertamina Trans Kontinental tahun 2012 hingga 2014.
Padahal Kejaksaan Agung sedang menggarap kasus itu dan sempat memeriksa Bambang.
"Apa kriteria menteri BUMN mengangkat Ahmad Bambang? Padahal, yang bersangkutan sedang ada dugaan kasus korupsi," ujarnyaJumat (27/1).
Darmadi menjelaskan, pengangkatan Bambang berdasar rapat umum pemegang saham luar biasa (RUPSLB) Pertamina yang digelar pada 20 Oktober 2016 Kamis (20/10) jelas melanggar UU Nomor 19 Tahun 2003 Tentang BUMN.
Dalam pasal 16 UU itu disebutkan, direksi diangkat berdasarkan pertimbangan keahlian, integritas, kepemimpinan, pengalaman, jujur, perilaku yang baik, serta dedikasi yang tinggi untuk memajukan dan mengembangkan Persero.
"Menteri yang mengangkat lain di mulut, lain di hati, lain di tindakan alias munafik. Bagaimana mengangkat wadirut yang sudah punya dugaan korupsi? Katanya fit and proper test, kenyataannya semau-maunya," tegas Darmadi seperti diberitakan RMOL.CO. [msrv]

Sempat Ancam Habib Rizieq, Begini Reaksi Anton Medan Saat Ahok Jadi Tersangka

11/18/2016 01:39:00 PM

JAKARTA – Tokoh muslim Tionghoa, Ramdan Effendi alias Anton Medan pernah mengancam akan menggunakan hukum rimba jika Front Pembela Islam (FPI) dan Habib Rizieq Shihab membuat kerusuhan saat demo 4 November 2016.
Namun, reaksi Anton Medan berubah saat Basuki Tjahaja Purnama alias Ahok ditetapkan sebagai tersangka kasus penistaan agama.
Kali ini Anton Medan bersikap lebih bijaksana. Ia menilai bahwa penetapan tersangka terhadap Gubernur DKI nonaktif itu adalah langkah terbaik.
Anton mengapresiasi kinerja penyidik Mabes Polri yang bekerja secara serius dan profesional dan meningkatkan kasus Ahok dari penyelidikan ke penyidikan.
“Itu adalah yang terbaik. Baik untuk semua,” kata Anton Medan di Jakarta, Kamis (17/11).
Menurut Anton, meski Ahok jadi tersangka, tetapi prosesnya masih panjang. Masih perlu pembuktian di pengadilan.
“Pernah saya katakan, semua pihak harus ikhlas menerima apapun hasilnya setelah gelar perkara dilakukan,” katanya mengingatkan.
Anton mengungkapkan, bisa saja status tersangka itu dijadikan alasan lagi untuk berdemo dan mendesak Polri menahan Ahok selama menjalani proses penyidikan hingga menjalani sidang pengadilan.
“Kalau memang begitu maunya, namanya tidak tahu undang-undang dan tidak tahu menempatkan diri,” tegas Anton Medan.
Anton menyatakan, penetapan status Ahok sebagai tersangka itu dalam keadaan tidak seluruh penyidik satu suara.
“Meningkatkan kasus tersebut dari penyelidikan ke tahap penyidikan adalah yang paling tepat,” kata Anton.
Ketika dikonfirmasi setelah Ahok ditetapkan sebagai tersangka penistaan agama, Anton tak mau memprediksi dan berspekulasi.
“Wah, saya tidak mau berspekulasi. Karena penyidikan itu butuh proses pendalaman perkara juga. Sebutlah misalnya yang sekarang 60 persen banding 40 persen,” ujarnya.
Bukan hal yang tidak mungkin dalam proses penyidikan, berbalik yang 60 persen itu meyakini tidak terdapat perbuatan penistaan.
“Bila itu yang terjadi, maka akan turun SP3 dan pengusutan perkara dihentikan,” pungkas Anton.

Agus: Dana Rp 1 M Per RW Berupa Program, Bukan Bagi-bagi Uang

11/18/2016 01:31:00 PM

JAKARTA, Maxsum News Calon gubernur DKI Jakarta, Agus Harimurti Yudhoyono, mengatakan alokasi dana Rp 1 miliar per RW yang akan dikucurkannya nanti jika terpilih pada Pilkada 2017 bentuknya program. Program tersebut bagian dari rencana pemberdayaan komunitas.

"Itu bentuknya program. Jadi bukan bagi-bagi uang tanpa arah," kata Agus di Jakarta, Rabu (16/11/2016).

Agus menambahkan, tiap komunitas dalam RW mengetahui kebutuhannya masing-masing. Kebutuhannya juga berbeda.

"Sehingga itulah saya berharap paradigma baru, community based development, inisiatif itu harus menjadi penggerak ekonomi rakyat dan Jakarta," kata dia.

Di sisi lain, Agus sepakat bahwa pembangunan infrastruktur juga penting. Pembangunan itu sejalan dalam kerangka besar konsep ekonomi.

"Tapi yang membedakaan saya adalah komunitas. Mereka punya arti sangat penting. Sekali lagi bentuknya program," katanya.

Apresiasi Sikap Ulama, Panglima TNI : Saya tahu Betul yang Demo Kemarin Orang-orang baik. - Maxsum News

11/07/2016 09:39:00 AM


Maxsum News - Panglima TNI Jenderal Gatot Nurmantyo mengapresiasi sikap ulama dan umat muslim dalam aksi unjuk rasa 4 November kemarin. Menurutnya, ulama telah membimbing umat yang melakukan aksi untuk menahan diri dan menyuarakan aspirasi dengan santun dan tertib.

“Saya selaku Panglima TNI sangat mengapresiasi peran serta para ulama dalam membimbing dan menyejukan umatnya agar tidak berbuat anarkis pada aksi damai, 4 November 2016. Walaupun para pendemo diprovokasi untuk berbuat anarkis, namun mereka tidak terpengaruh sama sekali, sehingga demonstrasi yang diikuti ribuan umat muslim di Jakarta dan kota-kota besar di Indonesia dapat berjalan dengan aman, tertib dan damai,” begitu disampaikan Panglima TNI Jenderal Gatot Nurmantyo saat berdialog dengan beberapa Ulama dari berbagai wilayah di Indonesia, bertempat di Base Ops Lanud Halim Perdanakusuma, Jakarta Timur, Sabtu malam (5/11/2016).

“Saya sebagai umat Islam tahu betul bahwasanya saudara-saudara muslim saya yang melaksanakan demo kemarin adalah orang-orang baik yang berangkat dari masjid-masjid untuk menyampaikan aspirasinya,” tambah Panglima.

Menurut Jenderal Gatot, dunia internasional mengakui Islam di Indonesia merupakan Islam yang demokratis dan dikenal dengan Islam Rahmatan Lil Alamin.


Untuk diketahui bersama bahwa, lanjut Gatot, dalam mengawal aksi damai para demonstrasi, Presiden Joko Widodo telah memerintahkan saya sebagai Panglima bersama Kapolri Jenderal Polisi Tito Karnavian untuk mengamankan jalannya demonstrasi tersebut agar terhindar menjadi demo anarkis yang ditunggangi oleh kepentingan tertentu.

“Pada saat mengamankan jalannya demonstrasi, saya selaku Panglima TNI telah menegaskan kepada para prajurit yang berhadapan langsung dengan para pendemo, tugasmu adalah melindungi semuanya, namun apabila ada para pendemo yang melakukan anarkis bahkan radikal, maka yang kamu lindungi adalah rakyat Indonesia yang lebih besar, jangan sampai terkena dampak dari demo yang anarkis dan radikal tersebut,” katanya.

Dalam kesempatan tersebut, Panglima TNI Jenderal TNI Gatot Nurmantyo menyampaikan permohonan doa dan dukungan dari para ulama, agar TNI semakin kuat untuk melindungi bangsa ini, serta sebagai pengayom masyarakat demi tetap tegaknya NKRI yang kita cintai bersama.

Sementara itu, KH Zailani Imam menyampaikan bahwa, apabila para ulama dan pemimpin bersatu, maka bangsa Indonesia akan menjadi aman dan tentram. “Apabila ulama dan umaroh baik, maka baiklah negara ini, namun apabila ulama dan umaroh tidak baik, maka tinggal menunggu kehancuran suatu bangsa,” jelasnya.

Fadli Zon Surati Presiden Jokowi soal Aksi 4 November, begini isinya. - MaxsumNews

11/03/2016 11:04:00 AM

Jakarta - Wakil Ketua DPR Fadli Zon pekan lalu menerima para ulama di kantornya soal rencana Aksi Bela Islam II pada 4 November 2016 terkait dugaan penistaan agama yang dilakukan Basuki Tjahaja Purnama (Ahok). Fadli kemudian meneruskan isi pertemuan itu ke Presiden Joko Widodo lewat surat.

"Saya meneruskan permintaan dan aspirasi mereka yang datang ke DPR," kata Fadli kepada wartawan, Selasa (1/11/2016).

Pada Jumat (28/10) lalu, ada 35 ormas Islam yang menemui Fadli, di antaranya Ketua FPI Habib Rizieq Shihab, K. H Bachtiar Nasir, Ustad Malidu Rahmat, Prof. Jawahir Tontowi. Saat itu, Juru Bicara Front Pembela Islam (FPI) Munarman menyampaikan keresahannya sejak ada pernyataan Ahok yang menyinggung surat Al-Maidah 51.

Salah satu Kordinator aksi Bela Islam, Bachtiar Nasir dalam pertemuan di Gedung DPR secara langsung mengundang para pimpinan DPR untuk turun ke jalan dalam aksi Bela Islam II. Undangan ini merupakan bagian dari rencana penggalangan semua elemen untuk mendorong pemerintah dan kepolisian mengusut kasus ini.

"Kami mengundang pimpinan DPR untuk hadir usai salat Jumat bersama-sama di depan istana negara," ungkap dia.

Permintaan ini langsung disanggupi oleh Fadli Zon. Begitu pula oleh Wakil Ketua DPR Fahri Hamzah yang hadir dalam pertemuan.

"Insya Allah kami siap. Kalau bersama rakyat bersama umat, Insya Allah kami siap. Ini juga dilindungi undang-undang," kata Fadli.

"Insya Allah (hadir)," kata Fahri di tempat yang sama.

Setelah pertemuan, Fadli langsung mengirim surat atas nama DPR ke Presiden Joko Widodo. Lewat surat tersebut, Waketum Gerindra ini memaparkan hasil audiensi soal rencana demo 4 November.

Berikut isi surat dari Fadli Zon ke Jokowi:

Yth. PRESIDEN REPUBLIK INDONESIA JAKARTA

Dengan hormat kami bertahukan, bahwa DPR RI telah menerima audiensi para Kiai se-Jawa pada tanggal 28 Oktober 2016. Pada audiensi tersebut, para Kiai, Habaib, dan Tokoh-Tokoh Umat Islam dari berbagai organisasi massa (ormas) menyampaikan rencana Aksi Bela Islam pada tanggal 4 November 2016. Aksi akan dihadiri oleh Umat Islam dari berbagai kota di Indonesia dengan rute dari Masjid Istiqlal menuju Istana Negara. Aksi ini dimaksudkan sebagai bentuk keprihatinan terhadap tindak penistaan terhadap Al-Quran dan tak berkaitan dengan masalah SARA atau pikada.

Pada aksi tanggal 4 November 2016, para Kiai Habaib, dan Tokoh-Tokoh Umat Islam tersebut meminta agar para peserta aksi damai ini mendapatkan perlindungan dan pengawalan dari aparat Kepolisian yang bertugas. Mereka menyampaikan keinginan untuk bertemu langsung Saudara Presiden RI terkait aspirasi proses hukum dugaan penistaan agama yang dilakukan oleh Saudara Basuki Tjahaja Purnama. Mereka juga meminta Saudara Presiden RI untuk tidak melakukan intervensi melindungi Saudara Basuki Tjahaja Purnama dalam proses hukum, mengingat persamaan setiap warga negara di depan hukum (Pasal 27 UUD 1945)

Atas perhatian dan kerjasama Saudara, kami ucapkan terima kasih

WAKIL KETUA

(ditandatangani)

FADLI ZON (imk/van)

Sumber: DETIK

Ahok Sudah Minta Maaf, Eva Kusuma Sundari: MUI Tuh Kurang Baca - MaxsumNews

10/14/2016 01:08:00 AM

MUI menilai bahwa Ahok telah menghina Al-Quran dan Ulama

JAKARTA,  Diberitakan sebelumnya, Majelis Ulama Indonesia (MUI) telah mengeluarkan sikap atas dugaan penistaan agama yang telah dilakukan oleh Gubernur DKI Jakarta, Basuki Tjahaja Purnama (Ahok). MUI menilai bahwa Ahok telah menghina Al-Quran dan Ulama.

Menanggapi hal itu, Sekretaris Badiklat Pusat DPP PDIP, Eva Kusuma Sundari menilai, tindakan MUI itu tidak perlu lantaran Ahok sudah meminta maaf kepada masyarakat dan sejumlah organisasi Islam seperti Nahdlatul Ulama. Anggota Komisi XI DPR Fraksi PDIP ini juga menegaskan bahwa putusan MUI lebih dilandasi oleh semangat yang mirip tim sukses.

"MUI tuh kurang baca. Kayaknya semangatnya lebih tim sukses daripada membina umat agar tidak beringas dan menjaga kualitas demokrasi. Seharusnya, keputusan MUI bertindak sebagai pembina umat, bukan sebaliknya," tegas Eva, Rabu (12/10), di Jakarta.

Eva bahkan menduga, pernyataan resmi MUI tentang Ahok itu tidak objektif. Sebab, MUI pernah mengeluarkan pernyataan mendukung Pasangan Bakal Calon Gubernur dan Wakil Gubernur DKI, Agus Harimurti Yudhoyono-Sylviana Murni.

"Apalagi yang bersangkutan (MUI) mendukung Agus Harimurti Yudhoyono (AHY). Semoga MUI makin sejuk dan pro konstitusi, serta NKRI," tegas Eva.

(*gambar: Eva Kusuma Sundari.

Sandera WNI Dibebaskan Abu Sayyaf, Menlu: Kami Mohon Doa

10/03/2016 03:51:00 PM

Arah 2 Okt. 2016 19:32

Menteri Luar Negeri Retno LP Marsudi. (Foto: Antara/ Widodo S. Jusuf)

Arah - Tiga sandera Warga NegaraIndonesia dibebaskan oleh kelompok terorisAbu Sayyaf di Filipina pada Sabtu (1/10) malam, sekitar pukul 23.35 waktu setempat.

Menurut keterangan Menteri Luar Negeri RI Retno Marsudi di Jakarta, Minggu, tiga sandera WNI yang dibebaskan tersebut atas nama Ferry Arifin, M. Mahbur Dahlan, dan Edi Suryono.

"Tadi malan telah dijemput oleh tim khusus dan telah dibebaskan pada pukul 23.35 dan ketiga sandera saat ini berada di Sulu Joint Task Force West Mincom untuk dilakukan pemeriksaan kesehatan," kata Retno saat konferensi pers didampingi Panglima TNI Jenderal Gatot Nurmantyo di Kantor Kementerian Pertahanan, Jalan Medan Merdeka Barat, Jakarta Pusat.

Proses selanjutnya ketiga WNI tersebut akan dibawa ke Samboaga untuk diserahkan secara resmi kepada Pemerintah Indonesia. Dalam hal ini akan diwakili Kedutaan Besar RI di Manila, katanya.

"Kepulangan akan kami sampaikan pada kesempatan pertama setelah proses di Samboaga telah selesai dilakukan," kata Retno, seperti dikutip dari Antara.

Keluarga ketiga sandera tersebut telah dihubungi Kementerian Luar Negeri untuk menyampaikan masalah pembebasan tersebut, katanya.

Saat ini, masih ada dua sandera di lapangan yaitu atas nama Robin Peter dan M Nasir yang dalam hal ini PemerintahIndonesia masih berupaya sekuat tenaga untuk membebaskan kedua sandera tersebut.

"Kami mohon doa agar upaya pembebasan kedua sandera tersebut dapat segera berhasil," kata Retno.

sumber:
arah.com

 
Copyright © Maxsum News. Designed by OddThemes & VineThemes