Tampilkan postingan dengan label AGAMA. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label AGAMA. Tampilkan semua postingan

Ramadhan Tiba, punya Maag tapi ingin lancar berpuasa? ini tips nya.

5/17/2018 09:26:00 AM
(illustrasi)


Jakarta: Ibadah puasa pada bulan Ramadan merupakan kewajiban bagi umat Islam. Bagi Anda yang mengidap penyakit maag, jangan ragu untuk tetap berpuasa. Sebab, puasa justru membantu meredakan penyakit maag.

Perlu diketahui, maag terjadi akibat berkurangnya lapisan lendir di bagian atas perut. Karena lapisannya yang tipis, cairan pencernaan yang asam akan menggerogoti jaringan pelindung perut. 

Bagaimana jika pengidap maag berpuasa? Tubuh akan beradaptasi dengan kondisi baru setelah beberapa hari menjalani puasa, dan akan membuat lambung terasa lebih baik. Bahkan pasien gastritis fungsional dianjurkan berpuasa karena dapat memperbaiki gejala yang dialami. Namun, jika Anda terserang maag kronis, disarankan untuk berkonsultasi terlebih dahulu dengan dokter sebelum berpuasa. 

"Penderita penyakit maag boleh melakukan ibadah puasa. Khusus bagi penderita maag kronik, lebih baik berkonsultasi dahulu dengan dokter," kata Spesialis Penyakit Dalam dr Theo Audi Yanto.

Dia juga menyarankan agar tak melewatkan sahur, terutama beberapa saat menjelang imsak. Santap sahur penting untuk memberikan cadangan energi dan asupan nutrisi. Sahur juga akan membantu menjaga lambung agar tak kosong dalam waktu lama.

"Sebaiknya baik bangun lebih pagi, siapkan menu, dan jangan tidur lagi setelah sahur. Karena nanti (makanan) akan balik lagi ke kerongkongan. Daripada tidur, lebih baik stretching dan mengisi hari dengan aktivitas," ucap dr Theo.

Ada beberapa cara aman agar Anda tetap bisa berpuasa, meski menderita maag.

1. Makan karbohidrat

Dianjurkan untuk meningkatkan jumlah makanan yang mengandung karbohidrat. Ini penting untuk mencegah lapar saat siang karena asam lambung akan memuncak pada siang hari. Makanan sumber karbohidrat di antaranya kurma. Kurma juga mengandung serat, kalium, dan magnesium. Pisang dan almond juga pilihan terbaik karena kaya protein serta serat. 

2. Cukup minum air

Konsumsi minimal delapan gelas air putih untuk menggantikan cairan tubuh yang hilang. Anda juga boleh minum susu untuk mengurangi gejala maag dan jus buah yang tidak asam. 

3. Makanan yang Harus Dihindari

Sebisa mungkin hindari menyantap makanan yang meningkatkan asam lambung, yaitu cokelat, makanan berlemak, gorengan, dan buah yang mengandung asam. Jauhi pula makanan yang dapat merusak dinding lambung, seperti cuka, lada, makanan pedas, dan rempah-rempah. Minuman kopi dan teh yang terlalu pekat juga sebaiknya dihindari karena akan memicu maag.

4. Jangan stres

Anda perlu berdamai dengan stres. Sebab, stres dapat memicu munculnya maag. Ciptakan pikiran positif dan hati yang tenang. Lakukan kegiatan positif bersama teman dan keluarga.

5. Segerakan berbuka

Jika telah tiba waktu berbuka puasa, segerakan berbuka. Awali dengan minum air putih hangat, dilanjutkan makan buah, dan makan berat. 

(msn/msrv)

Aksi Demo Bela Islam 313

4/01/2017 01:08:00 AM



Saksikan Videonya Berikut ini


Demonstrasi bukanlah Jihad, Jangan Tertipu!

3/09/2017 02:15:00 PM

Dampak negatif dan kerusakan-kerusakan akibat demontsrasi

Oleh: Ustadz Arif Fathul Ulum bin Ahmad Saifullah
 

1. Termasuk misi rahasia sekaligus segi negative demonstrasi, ia merupakan alat dan penyebab habisnya semangat rakyat, karena ketika mereka keluar, berteriak-teriak dan berkeliling jalanan, maka mereka kembali ke rumah-rumah mereka dengan semangat yang telah sirna serta kecapaian yang luar biasa.
Padahal, yang wajib bagi mereka adalah menggunakan semangat tersebut untuk taat kepada Allah, mempelajari ilmu yang bermanfaat, berdo’a dan mempersiapkan diri untuk menghadapi musuh, sebagai bentuk pengalaman firman Allah azza wa jalla:
“Dan siapkanlah untuk menghadapi mereka kekuatan apa saja yang kamu sanggupi dan dari kuda-kuda yang ditambat untuk berperang (yang dengan persiapan itu) kamu menggentarkan musuh Allah, musuhmu dan orang-orang selain mereka yang kamu tidak mengetahuinya; sedang Allah mengetahuinya. Apa saja yang kamu nafkahkan pada jalan Allah niscaya akan dibalasi dengan cukup kepadamu dan kamu tidak akan dianiaya.” [QS.al-Anfal/80: 60]
2. Di dalam demonstrasi  tersimpan kemungkaran yang begitu banyak, seperti keluarnya wanita (ikut serta demonstrasi, padahal seharusnya dilindungi di dalam rumah, bukan di jadikan umpan), demikian pula anak-anak kecil, serta adanya ikhtilath, bersentuhan kulit dengan kulit, berdua-duaan antara laki-laki dan perempuan, ditambah lagi lagi ‘hiasan’ berupa celaan, umpatan keji, omongan yang tidak beradab. Ini semua menunjukkan keharaman demonstrasi.
3. Islam memberikan prinsip bahwa segala sesuatu yang kerusakannya lebih banyak dari kebaikannya maka dihukumi haram. Mungkin saja demonstrasi berdampak pada turunnya harga barang-barang dagangan, tetapi kerusakannya lebih banyak daripada kemaslahatannya, lebih-lebih jika berkedok agam dan membela tempat-tempat suci.
4. Demonstrasi, terkandung di dalamnya kemurkaan Allah Ta’ala dan juga merupakan protes terhadap takdir, karena Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda:
“Jika Allah mencintai suatu kaum maka Allah akan menguji mereka. Jika mereka ridho maka mereka akan diridhoi Allah. Jika mereka marah maka Allah juga marah kepada mereka.” [HR.at-Tirmidzi di dalam Jami’nya: 4/601 dan Ibnu Majah di dalam Sunan-nya: 2/1338 dan dihasankan oleh Syaikh al-Albani di dalam Shohihul Jami’: 2110]
Sebelum Perang Badar Nabi ber-istighotsah (memohon pertolongan di waktu penting) kepada Allah. Hal ini diabadikan oleh Allah dalam firman-Nya:
“(Ingatlah), ketika kamu memohon pertolongan kepada Tuhamu, lalu diperkenankan-Nya bagimu: “Sesungguhnya Aku akan mendatangkan bala bantuan kepada kamu dengan seribu malaikat yang datang berturut-turut.” [QS.al-Anfal/8: 9]
Beliau juga merendahkan diri kepada-Nya sampai selendang beliau terjatuh. Beliau memerintahkan kepada para Sahabat radhiyallahu ‘anhum untuk bersabar menghadapi siksaan kaum musyrikin.
Beliau shallallahu ‘alaihi wa sallam dan para sahabatnya sama sekali tidak pernah mengajak demonstrasi padahal keamanan mereka diguncang, mereka di siksa dan dizholimi. Maka, demonstrasi bertentangan dengan ajaran kesabaran yang diperintahkan oleh Allah ketika menghadapi kezholiman para penguasa serta ketika terjadi tragedi dan musibah.
5. Demonstrasi merupakan kunci yang akan menyeret pelakunya untuk memberontak terhadap para penguasa, padahal kita dilarang melakukan pemberontakan dengan cara membangkang kepada mereka.
Betapa banyak, demonstrasi yang mengantarkan suatu negara menuju kehancuran, sehingga timbullah pertumpahan darah, perampasan kehormatan, dan harta benda serta tersebarlah kerusakan yang begitu luas.
6. Demonstrasi menjadikan orang-orang dungu, wanita dan orang-orang yang tidak berkompeten bisa berpendapat. Dalam perkara yang besar dan berdampak luas, orang-orang yang bukan ahlinya ikut berbicara. Sehingga, memungkinkan tuntunan mereka dipenuhi meskipun merugikan mayoritas masyarakat. Bahkan, orang-orang dungu dan jahat serta kaum wanita yang banyak mengobarkan demonstrasi; mereka yang mengontak dan memprovokasi massa!
7. Para pengobar demonstrasi senang kepada siapa saja yang berdemo bersama mereka, walaupun  dia seorang pencela sahabat Nabi, tukang ngalap berkah dari kuburan-kuburan bahkan sampaipun orang-orang musyrik.
Sehingga akan anda dapati seorang yang berdemo dengan mengangkat al Qur’an, disampingnya orang mengangkat salib (Nasrani), yang lain membawa bintang Dawud (Yahudi); dengan demikian, demonstrasi merupakan lahan bagi setiap orang yang menyimpang, kafir, dan ahli bid’ah.
8. Hakikat para demonstran adalah orang-orang yang hidup di dunia seraya menebarkan kerusakan, mereka membunuh, merampas, membakar, menzholimi jiwa dan harta benda. Sampai-sampai ada seorang pencuri menyatakan: “Sesungguhnya kami gembira jika banyak demonstrasi, karena hasil curian dan rampasan menjadi banyak bersamaan dengan berjalannya para demonstran.” (!)
9. Para pendemo pada hakikatnya mengantarkan jiwa mereka menuju pembunuhan dan siksaan, padahal Allah telah melarangnya dalam firman-Nya:
“…Dan janganlah kamu membunuh dirimu. Sesungguhnya Allah Maha Penyayang kepadamu.” [QS.an-Nisa’/4: 29]
Para demonstran pasti akan mengalami bentrokan dengan petugas keamanan sehingga mereka akan disakiti dan dihina, sedangkan Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam telah bersabda:
“Seorang mukmin tidak boleh menghinakan dirinya.” Beliau shallallahu ‘alaihi wa sallam ditanya: “Bagaimana seorang mukmin menghinakan dirinya?” Beliau menjelaskan: “(Yakni) dia menanggung bencana di luar batas kemampuannya.” (HR.at-Tirmidzi di dalam Jami’-nya: 4/522 dan Ibnu Majah  di dalam Sunan-nya: 2/1332 dan dishohihkan oleh Syaikh al Albani di dalam Silsilah Shohihah: 2/170) (Lihat Demonstrasi, Solusi atau Polusi oleh Syaikh Syu’aiyyid bin Hulaiyyil al Umar dalam Majalah al-Asholah Yordania Edisi 38 hal.76-80)
Sumber: disalin ulang dari Buku “Demonstrasi Dalam Pandangan Syar’i” oleh: Ustadz Arif Fathul Ulum bin Ahmad Saifullah, Hal.15-21, Cet.1, Pustaka an Nabawi Surabaya.
-Asholah Yordania Edisi 38 hal.76-80)

Gus Mus; Indonesia Krisis Dakwa, Satu Sama Lain Saling Sikat dan Hujat

3/09/2017 12:53:00 PM


JAKARTA, ARRAHMAHNEWS.COM – Mustasyar PBNU KH A. Mustofa Bisri mengatakan, belakangan ini masyarakat Indonesia mengalami krisis semangat berdakwah (ruhud dakwah). Sehingga yang terjadi saling menyerimpung terhadap mereka yang berbeda pandangan.
“Karena krisis ruhud dakwah, orang berbuat sesukanya. Ada orang sesat disikat, ada yang tidak cocok disikat. Ini tidak benar,” tandas kiai yang akrab Gus Mus pada pengajian umum dalam rangka peringatan satu abad Qudsiyyah Kudus, Jawa Tengah Sabtu .
Gus Mus mengatakan banyak orang yang belum memahami arti berdakwah. Mereka sering menyamakan berdakwah dengan amar ma’ruf nahi mungkar, padahal keduanya sanagat berbeda.
“Dakwah itu mengajak kebaikan, sementara amar makruf artinya memerintah; nahi mungkar melarang. Kita harus bisa bedakan antara ajak, perintah dan larangan,” terang pengasuh Pesantren Raudhatuth Thalibin Leteh Rembang.
Di hadapan ribuan jamaah yang memadati Lapangan Qudsiyyah Jl KHR Asnawi hingga meluber ke jalan ini, Gus Mus lebih banyak mengungkapkan keteladanan perjuangan pendiri NU asal Kudus KHR Asnawi. Menurutnya, Kiai Asnawi memiliki semangat berdakwah mengikuti Sunan Kudus warisan pemimpin agung Nabi Muhammad SAW.
“Ruhud Dakwah yang dikembangkan Kiai Mbah Asnawi dan ulama lainnya membuat ajaran Sunan Kudus ataupun Wali Songo masih berlaku hingga sekarang,” ujarnya.
Gus Mus menuturkan saat Nabi Muhammad berdakwah di Thoif mendapat lemparan batu, tapi tidak melakukan pembalasan. Bahkan malaikat marah kemudian meminta Nabi agar berdoa kepada Allah supaya orang tadi diberi balasan. Namun Nabi hanya berdoa supaya orang melemparinya mendapat hidayah.
“Nabi Muhammad dalam berdakwah mampu mengajak tokoh-tokoh kafir seperti Ikrima bin Abu Jahal, Abu Sufyan, Hindun dan lainya bisa masuk Islam. Seandainya tidak memiliki ruhud dakwah, Nabi tidak mampu membuat mereka masuk Islam,” tegas Gus Mus.
Kiai yang dikenal sebagai penulis dan pelukis ini juga menegaskan, ruhud dakwah yang dilakukan Wali Songo yang diwarisi para ulama termasuk KHR Asnawi, Islam bisa berkembang mayoritas di tanah air Indonesia.
“Dulu Mbah Asnawi mengajak orang masuk surga kelak, sekarang orang malah seakan ingin mengangkangi surga. Lainnya disuruh di neraka,” kata Gus Mus menyidir.
Dalam pengajian bertema “Meneladani kearifan KHR Asnawi” ini, Gus Mus mengungkapkan tiga keteladan yang dimiliki pendiri NU asal Kudus ini. Disamping memiliki ruhud dakwah, Mbah Asnawi juga mempunyai kecintaan ilmu pengetahuan terutama ilmu agama dan selalu berjiwa keindonesiaan.
Usai mauidhah hasanah, Gus Mus didaulat mengucapkan “selamat satu abad Qudsiyyah” di atas kanvas. Gus Mus melukis kaligrafi lafal bismillah yang disertai tulisan dirgahayu satu abad Qudsiyyah. [ARN]

Demonstrasi 212 #2 dan situasi banjir di Jakarta

2/21/2017 12:12:00 PM


Jakarta-MaxsumNews.
Berikut ini adalah video liputan situasi terbaru Demonstrasi 212 Jilid 2, meski hujan para demonstran tetap melancarkan aksinya mengenakan jas hujan.

Dan bisa kita pantau juga situasi Banjir di beberapa lokasi di Jakarta dan dilihat dari berbagai kendaraan; sepeda motor, mobil pribadi, bus transjakarta.

Iwan Bopeng Nantangin, Dibalas Tentara dan Netizen, Akhirnya Minta Maaf

2/20/2017 04:00:00 PM

Berikut ini adalah beberapa video yang Maxsum rangkum dan kompilasikan dari beberapa Netizen di Youtube.







Sempat Ancam Habib Rizieq, Begini Reaksi Anton Medan Saat Ahok Jadi Tersangka

11/18/2016 01:39:00 PM

JAKARTA – Tokoh muslim Tionghoa, Ramdan Effendi alias Anton Medan pernah mengancam akan menggunakan hukum rimba jika Front Pembela Islam (FPI) dan Habib Rizieq Shihab membuat kerusuhan saat demo 4 November 2016.
Namun, reaksi Anton Medan berubah saat Basuki Tjahaja Purnama alias Ahok ditetapkan sebagai tersangka kasus penistaan agama.
Kali ini Anton Medan bersikap lebih bijaksana. Ia menilai bahwa penetapan tersangka terhadap Gubernur DKI nonaktif itu adalah langkah terbaik.
Anton mengapresiasi kinerja penyidik Mabes Polri yang bekerja secara serius dan profesional dan meningkatkan kasus Ahok dari penyelidikan ke penyidikan.
“Itu adalah yang terbaik. Baik untuk semua,” kata Anton Medan di Jakarta, Kamis (17/11).
Menurut Anton, meski Ahok jadi tersangka, tetapi prosesnya masih panjang. Masih perlu pembuktian di pengadilan.
“Pernah saya katakan, semua pihak harus ikhlas menerima apapun hasilnya setelah gelar perkara dilakukan,” katanya mengingatkan.
Anton mengungkapkan, bisa saja status tersangka itu dijadikan alasan lagi untuk berdemo dan mendesak Polri menahan Ahok selama menjalani proses penyidikan hingga menjalani sidang pengadilan.
“Kalau memang begitu maunya, namanya tidak tahu undang-undang dan tidak tahu menempatkan diri,” tegas Anton Medan.
Anton menyatakan, penetapan status Ahok sebagai tersangka itu dalam keadaan tidak seluruh penyidik satu suara.
“Meningkatkan kasus tersebut dari penyelidikan ke tahap penyidikan adalah yang paling tepat,” kata Anton.
Ketika dikonfirmasi setelah Ahok ditetapkan sebagai tersangka penistaan agama, Anton tak mau memprediksi dan berspekulasi.
“Wah, saya tidak mau berspekulasi. Karena penyidikan itu butuh proses pendalaman perkara juga. Sebutlah misalnya yang sekarang 60 persen banding 40 persen,” ujarnya.
Bukan hal yang tidak mungkin dalam proses penyidikan, berbalik yang 60 persen itu meyakini tidak terdapat perbuatan penistaan.
“Bila itu yang terjadi, maka akan turun SP3 dan pengusutan perkara dihentikan,” pungkas Anton.

Media Kemana ?? Indonesia Juara Umum Hafalan Al-Qur'an dan Hadist Se-Asia Pasifik. Tolong Share Kabar Gembira Ini

11/07/2016 12:28:00 PM


MaxsumNews - Pemenang di empat dari lima kelompok lomba di isi oleh perwakilan Indonesia. Hanya posisi juara 1 kelompok MHQ 15 juz yang diambil peserta dari Filipina

Indonesia dinobatkan sebagai juara umum Musabaqah Hafalan Quran dan Hadits Pangeran Sultan bin Abdul Aziz tingkat Asia pasifik VII. Dari lima kelompok yang dilombakan, Indonesia sukses mencapai juara pertama di empat kelompok.

Ajang perlombaan ini memberlakukan lima kelompok yakni Musabaqah Hafalan Quran (MHQ) 10 juz, MHQ 15 juz, MHQ 20 juz, MHQ 30 juz, dan Musabaqah Hafalan Hadits Nabawi (MHHN).

Para pemenang berhak mendapat uang pembinaan dalam benut riyal Arab Saudi. Diluar itu, beberapa pemenang juga memperoleh undangan untuk menjalankan ibadah haji.

Dirjen Bimas Islam Kemenag Machasin mengatakan gelaran MHQH ini bukanlah sebatas ajang perlombaan. Dia menjelaskan arena ini bisa digunakan sebagai silaturahim untuk menguatkan persatuan diantara negara-negara berpenduduk Muslim sekalian melindungi perdamaian berbarengan.

 " Apa pun itu, mari kita kedepankan prinsip persatuan, prinsip ukhuwah. Lantaran visi paling utama Baginda Rasul Muhammad SAW yaitu visi rahmah, jadikan Islam sebagai agama kasih sayang untuk semesta alam, " kata Machasin, diambil dari laman kemenag. go. id, Jumat, 22 April 2016.

Machasin mengatakan sekarang ini dunia alami pergantian yang amat cepat. Dia mengharapkan umat Islam bisa tetaplah memegang teguh nilai-nilai Islam serta spirit Alquran.

Gelaran ini di hadiri oleh beberapa tokoh nasional seperti Imam Besar Masjid Istiqlal M Nazaruddin Umar, Bekas Menteri Agama Maftuh Basyuni. Diluar itu, ada juga Pangeran Khalid bin Sultan bin Abdul Aziz Al Saud yang menyerahkan hadiah, didampingi petinggi Kedutaan Besar Arab Saudi untuk Indonesia dan Atase Agama Saudi untuk Indonesia.

Tersebut disini daftar pemenang MHQH se-Asia Pasifik :

1. Kelompok MHQ 10 juz
Juara 1 : Lantas Muhammad Khoirur Razak (Indonesia) dengan nilai 191, 50.
Juara 2 : Muhammad Rifai Al Banna (Indonesia) dengan nilai 191,
Juara 3 : Mudroni (Indonesia) dengan nilai 186.

2. Kelompok MHQ 15
Juara 1 : Amiruddin Abdullah Hasan (Filipina) dengan nilai 186.
Juara 2 : Aston Hamadi Siregar (Indonesia) dengan nilai 185, 75,
Juara 3 : M Fakhrurrazi Zamzami (Indonesia) dengan nilai 185, 50.

3. Kelompok MHQ 20 juz
Juara 1 : Ukayani (Indonesia) dengan nilai 190, 50.
Juara 2 : Muhammad Sulthon An Nasiro Bahrun (Indonesia) dengan nilai 190, 25,
Juara 3 : Syasri Muhammad Usni (Malaysia) dengan nilai 187, 25.

4. Kelompok MHQ 30 juz
Juara 1 : Muhammad Sholahuddin Al Ayyubi (Indonesia) dengan nilai 195, 50.
Juara 2 : Mohammed Ali Abdullah Abdel Kader (Australia) dengan nilai 192, 50,
Juara 3 : Muhammad Syazani bin Jemi (Malaysia) dengan nilai 188, 25.

5. Kategori MHHN,
Juara 1 : Ikhwan Kamilin (Indonesia) dengan nilai 149.
Juara 2 : Djakwan Aisy Fajar Azhari (Indonesia) dengan nilai 147,
Juara 3 : Muhammad Ridho Wirandi (Indonesia) dengan nilai 143.

Apresiasi Sikap Ulama, Panglima TNI : Saya tahu Betul yang Demo Kemarin Orang-orang baik. - Maxsum News

11/07/2016 09:39:00 AM


Maxsum News - Panglima TNI Jenderal Gatot Nurmantyo mengapresiasi sikap ulama dan umat muslim dalam aksi unjuk rasa 4 November kemarin. Menurutnya, ulama telah membimbing umat yang melakukan aksi untuk menahan diri dan menyuarakan aspirasi dengan santun dan tertib.

“Saya selaku Panglima TNI sangat mengapresiasi peran serta para ulama dalam membimbing dan menyejukan umatnya agar tidak berbuat anarkis pada aksi damai, 4 November 2016. Walaupun para pendemo diprovokasi untuk berbuat anarkis, namun mereka tidak terpengaruh sama sekali, sehingga demonstrasi yang diikuti ribuan umat muslim di Jakarta dan kota-kota besar di Indonesia dapat berjalan dengan aman, tertib dan damai,” begitu disampaikan Panglima TNI Jenderal Gatot Nurmantyo saat berdialog dengan beberapa Ulama dari berbagai wilayah di Indonesia, bertempat di Base Ops Lanud Halim Perdanakusuma, Jakarta Timur, Sabtu malam (5/11/2016).

“Saya sebagai umat Islam tahu betul bahwasanya saudara-saudara muslim saya yang melaksanakan demo kemarin adalah orang-orang baik yang berangkat dari masjid-masjid untuk menyampaikan aspirasinya,” tambah Panglima.

Menurut Jenderal Gatot, dunia internasional mengakui Islam di Indonesia merupakan Islam yang demokratis dan dikenal dengan Islam Rahmatan Lil Alamin.


Untuk diketahui bersama bahwa, lanjut Gatot, dalam mengawal aksi damai para demonstrasi, Presiden Joko Widodo telah memerintahkan saya sebagai Panglima bersama Kapolri Jenderal Polisi Tito Karnavian untuk mengamankan jalannya demonstrasi tersebut agar terhindar menjadi demo anarkis yang ditunggangi oleh kepentingan tertentu.

“Pada saat mengamankan jalannya demonstrasi, saya selaku Panglima TNI telah menegaskan kepada para prajurit yang berhadapan langsung dengan para pendemo, tugasmu adalah melindungi semuanya, namun apabila ada para pendemo yang melakukan anarkis bahkan radikal, maka yang kamu lindungi adalah rakyat Indonesia yang lebih besar, jangan sampai terkena dampak dari demo yang anarkis dan radikal tersebut,” katanya.

Dalam kesempatan tersebut, Panglima TNI Jenderal TNI Gatot Nurmantyo menyampaikan permohonan doa dan dukungan dari para ulama, agar TNI semakin kuat untuk melindungi bangsa ini, serta sebagai pengayom masyarakat demi tetap tegaknya NKRI yang kita cintai bersama.

Sementara itu, KH Zailani Imam menyampaikan bahwa, apabila para ulama dan pemimpin bersatu, maka bangsa Indonesia akan menjadi aman dan tentram. “Apabila ulama dan umaroh baik, maka baiklah negara ini, namun apabila ulama dan umaroh tidak baik, maka tinggal menunggu kehancuran suatu bangsa,” jelasnya.

Fadli Zon Surati Presiden Jokowi soal Aksi 4 November, begini isinya. - MaxsumNews

11/03/2016 11:04:00 AM

Jakarta - Wakil Ketua DPR Fadli Zon pekan lalu menerima para ulama di kantornya soal rencana Aksi Bela Islam II pada 4 November 2016 terkait dugaan penistaan agama yang dilakukan Basuki Tjahaja Purnama (Ahok). Fadli kemudian meneruskan isi pertemuan itu ke Presiden Joko Widodo lewat surat.

"Saya meneruskan permintaan dan aspirasi mereka yang datang ke DPR," kata Fadli kepada wartawan, Selasa (1/11/2016).

Pada Jumat (28/10) lalu, ada 35 ormas Islam yang menemui Fadli, di antaranya Ketua FPI Habib Rizieq Shihab, K. H Bachtiar Nasir, Ustad Malidu Rahmat, Prof. Jawahir Tontowi. Saat itu, Juru Bicara Front Pembela Islam (FPI) Munarman menyampaikan keresahannya sejak ada pernyataan Ahok yang menyinggung surat Al-Maidah 51.

Salah satu Kordinator aksi Bela Islam, Bachtiar Nasir dalam pertemuan di Gedung DPR secara langsung mengundang para pimpinan DPR untuk turun ke jalan dalam aksi Bela Islam II. Undangan ini merupakan bagian dari rencana penggalangan semua elemen untuk mendorong pemerintah dan kepolisian mengusut kasus ini.

"Kami mengundang pimpinan DPR untuk hadir usai salat Jumat bersama-sama di depan istana negara," ungkap dia.

Permintaan ini langsung disanggupi oleh Fadli Zon. Begitu pula oleh Wakil Ketua DPR Fahri Hamzah yang hadir dalam pertemuan.

"Insya Allah kami siap. Kalau bersama rakyat bersama umat, Insya Allah kami siap. Ini juga dilindungi undang-undang," kata Fadli.

"Insya Allah (hadir)," kata Fahri di tempat yang sama.

Setelah pertemuan, Fadli langsung mengirim surat atas nama DPR ke Presiden Joko Widodo. Lewat surat tersebut, Waketum Gerindra ini memaparkan hasil audiensi soal rencana demo 4 November.

Berikut isi surat dari Fadli Zon ke Jokowi:

Yth. PRESIDEN REPUBLIK INDONESIA JAKARTA

Dengan hormat kami bertahukan, bahwa DPR RI telah menerima audiensi para Kiai se-Jawa pada tanggal 28 Oktober 2016. Pada audiensi tersebut, para Kiai, Habaib, dan Tokoh-Tokoh Umat Islam dari berbagai organisasi massa (ormas) menyampaikan rencana Aksi Bela Islam pada tanggal 4 November 2016. Aksi akan dihadiri oleh Umat Islam dari berbagai kota di Indonesia dengan rute dari Masjid Istiqlal menuju Istana Negara. Aksi ini dimaksudkan sebagai bentuk keprihatinan terhadap tindak penistaan terhadap Al-Quran dan tak berkaitan dengan masalah SARA atau pikada.

Pada aksi tanggal 4 November 2016, para Kiai Habaib, dan Tokoh-Tokoh Umat Islam tersebut meminta agar para peserta aksi damai ini mendapatkan perlindungan dan pengawalan dari aparat Kepolisian yang bertugas. Mereka menyampaikan keinginan untuk bertemu langsung Saudara Presiden RI terkait aspirasi proses hukum dugaan penistaan agama yang dilakukan oleh Saudara Basuki Tjahaja Purnama. Mereka juga meminta Saudara Presiden RI untuk tidak melakukan intervensi melindungi Saudara Basuki Tjahaja Purnama dalam proses hukum, mengingat persamaan setiap warga negara di depan hukum (Pasal 27 UUD 1945)

Atas perhatian dan kerjasama Saudara, kami ucapkan terima kasih

WAKIL KETUA

(ditandatangani)

FADLI ZON (imk/van)

Sumber: DETIK

Penjelasan Alquran Mengenai Teleportasi

10/27/2016 07:24:00 PM

JAKARTA - Konsep berpindah tempat dalam sekejap atau bisa dikenal dengan istilah 'teleportasi', sudah didengungkan sejak dulu. Namun hingga kini, belum ada ilmuwan yang berhasil memindahkan seorang manusia ke tempat lain dalam waktu yang sangat sekejap.
Dalam sejarah Islam, peristiwa teleportasi pernah terjadi di zaman Nabi Sulaiman. Ketika itu Nabi Sulaiman meminta kepada para ilmuwan terbaik untuk memindahkan singgasana Ratu Bilqis secara cepat. Peristiwa ini tertulis dalam Surah An-Naml Ayat 38-40.
"Hai pembesar-pembesar, siapakah di antara kamu sekalian yang sanggup membawa singgasananya kepadaku sebelum mereka datang kepadaku sebagai orang-orang yang berserah diri”. 39. berkata ‘Ifrit (yang cerdik) dari golongan jin: “Aku akan datang kepadamu dengan membawa singgasana itu kepadamu sebelum kamu berdiri dari tempat dudukmu; Sesungguhnya aku benar-benar kuat untuk membawanya lagi dapat dipercaya,"
40. berkatalah seorang yang mempunyai ilmu dari AI Kitab: “Aku akan membawa singgasana itu kepadamu sebelum matamu berkedip”. Maka tatkala Sulaiman melihat singgasana itu terletak di hadapannya, ia pun berkata: “Ini Termasuk karunia Tuhanku untuk mencoba aku Apakah aku bersyukur atau mengingkari (akan nikmat-Nya). Dan Barang siapa yang bersyukur maka Sesungguhnya Dia bersyukur untuk (kebaikan) dirinya sendiri dan Barang siapa yang ingkar, maka sesungguhnya Tuhanku Maha Kaya lagi Maha Mulia," bunyi ayat tersebut.
Dalam buku 'Sains berbasis Alquran' karangan Ridwan Abdullah Sani, peristiwa tersebut merujuk pada teori Annihilasi. Teori ini menunjukkan bahwa sebuah materi dapat diubah menjadi energi dengan cara tertentu, begitu pula sebaliknya.
Teori ini juga merujuk pada Surah Yasin ayat 36, yang menyebutkan bahwa alam semesta ini diciptakan secara berpasang-pasangan. Secara umum, alam terbentuk atas materi dan energi.
"Maha Suci (Allah) yang telah menciptakan pasangan-pasangan semuanya, baik dari apa yang ditumbuhkan oleh bumi dan dari diri mereka maupun dari apa yang tidak mereka ketahui," bunyi ayat tersebut.
Teori lain yang menjelaskan kemungkinan teleportasi adalah keberadaan dunia paralel dan terowongan antar-dimensi. Dalam dunia fisika, konsep ini dinamakan 'Wormhole'. Ilmuwan fisika menganggap Wormhole sebagai jalan pintas untuk melakukan perjalanan jarak jauh.
Mengenai kemungkinan keberadaan Wormhole, hal itu dijelaskan dalam Surah Al-Mu'minun Ayat 17. "Dan sesungguhnya Kami telah menciptakan di atas kamu tujuh buah jalan (tujuh buah langit); dan Kami tidaklah lengah terhadap ciptaan (Kami)," bunyi surat tersebut.

Ahok Sudah Minta Maaf, Eva Kusuma Sundari: MUI Tuh Kurang Baca - MaxsumNews

10/14/2016 01:08:00 AM

MUI menilai bahwa Ahok telah menghina Al-Quran dan Ulama

JAKARTA,  Diberitakan sebelumnya, Majelis Ulama Indonesia (MUI) telah mengeluarkan sikap atas dugaan penistaan agama yang telah dilakukan oleh Gubernur DKI Jakarta, Basuki Tjahaja Purnama (Ahok). MUI menilai bahwa Ahok telah menghina Al-Quran dan Ulama.

Menanggapi hal itu, Sekretaris Badiklat Pusat DPP PDIP, Eva Kusuma Sundari menilai, tindakan MUI itu tidak perlu lantaran Ahok sudah meminta maaf kepada masyarakat dan sejumlah organisasi Islam seperti Nahdlatul Ulama. Anggota Komisi XI DPR Fraksi PDIP ini juga menegaskan bahwa putusan MUI lebih dilandasi oleh semangat yang mirip tim sukses.

"MUI tuh kurang baca. Kayaknya semangatnya lebih tim sukses daripada membina umat agar tidak beringas dan menjaga kualitas demokrasi. Seharusnya, keputusan MUI bertindak sebagai pembina umat, bukan sebaliknya," tegas Eva, Rabu (12/10), di Jakarta.

Eva bahkan menduga, pernyataan resmi MUI tentang Ahok itu tidak objektif. Sebab, MUI pernah mengeluarkan pernyataan mendukung Pasangan Bakal Calon Gubernur dan Wakil Gubernur DKI, Agus Harimurti Yudhoyono-Sylviana Murni.

"Apalagi yang bersangkutan (MUI) mendukung Agus Harimurti Yudhoyono (AHY). Semoga MUI makin sejuk dan pro konstitusi, serta NKRI," tegas Eva.

(*gambar: Eva Kusuma Sundari.

 
Copyright © Maxsum News. Designed by OddThemes & VineThemes